Foto: ilustrasi pencairan uang seratus ribuan. Tangkapan layar sindonews.com Jum’at 27/03/2026.
Metro Lampung – Puluhan wartawan yang diduga mengalami pembayaran tertunda yang bertugas di Kota Metro berencana mendatangi Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro dalam waktu dekat. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas tidak adanya kejelasan terkait pencairan anggaran kerja sama media yang hingga kini belum terealisasi.
Rencana aksi tersebut mencuat setelah sejumlah insan pers mengaku telah menunggu dalam waktu yang telah dijanjikan. Namun, tanpa adanya kepastian pembayaran, meskipun kewajiban pekerjaan telah dilaksanakan sesuai kesepakatan.
Bahkan, selain dikabarkan tidak transparan terkait anggaran, juga diduga adanya tebang pilih saat pencairan awal sebelum lebaran, hal ini menciderai beberapa hati individu insan Pers yang menjalin kerjasama.
Salah satu perwakilan wartawan berinisial AS (35) menyampaikan bahwa kondisi ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mencerminkan kurangnya komitmen pihak terkait terhadap kerja sama yang telah disepakati.
“Kami sudah menjalankan tugas sesuai yang diminta, namun sampai sekarang belum ada kejelasan kapan pencairan akan dilakukan. Ini sangat merugikan kami,” ujar perwakilan yang menyesalkan kinerja, pada Jum’at (27/03/2026).
Selain itu, keluhnya, sungguh miris apa yang dilakukan sekelas pejabat sebagai pelayan masyarakat. Pasalnya, berkali-kali ditanya melalui pesan maupun telepon WhatsApp mereka enggan menjawab meskipun aktif namun tidak respon.
Hal senada dikatakan wartawan lain yang bernasib sama bahwa mengaku telah menandatangani SPJ sebelum lebaran. Namun, hingga kini belum juga di transfer, dan belum ada dana yang masuk ke rekning. meskipun yang lain sudah.
Sejumlah wartawan ini berharap pihak Diskominfo dan Sekretariat DPRD Metro bisa memberikan klarifikasi terbuka serta mendorong percepatan penyelesaian kewajiban pembayaran yang tertunda.
Para jurnalis menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya terakhir setelah berbagai pendekatan persuasif yang sebelumnya dilakukan tidak membuahkan hasil.
Mereka juga berharap agar ke depan tidak terjadi lagi keterlambatan serupa, sehingga hubungan kerja sama antara pemerintah daerah dan insan pers dapat berjalan secara profesional, dan transparan.
Sementara itu, pihak Dinas Kominfo Kota Metro saat di konfirmasi beberapa wartawan pada Jumat 27/03 belum mendapatkan kepastian kapan, dengan jawaban mengambang, dan terkesan acuh. Akan di cek terlebih dahulu..!!
Hal tersebut menuai pertanyaan publik, kemanakah sebenarnya anggaran kerjasama publikasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Metro, sehingga pencairan anggaran publikasi media tidak merata.
(Tim)











