Telan Anggaran Lebih Dari 6 Miliyar Kursi DPRD Pesibar Mulai Hancur Satu Persatu

PESISIR BARAT tirasnusantara.com –
Dalam melaksanakan tugas kenegaraan selain butuh keseriusan tentu juga butuh kenyamanan, baik itu dari kebersihan maupun fasilitas kantor yang memadai.
Berkaitan dengan hal itu, tidak terkecuali bagi DPRD Kabupaten Pesisir Barat, pada tahun 2019 telah dianggarkan lebih dari Rp. 6 Miliyar, dengan kegunaan  untuk melengkapi fasilitas kantor yang baru akan dipergunakan.
Namun hal itu sangat membuat kecewa para wakil rakyat yang sudah mengetok palu anggaran tersebut, pasalnya kursi DPRD yang baru beberapa hari dibeli dan sampai dikantor, ternyata berkwalitas sangat rendah, termasuk desainnya pun sangat tidak layak bahkan bisa jadi ranjau.
Demikian menurut H. Khoiril Iswan selaku anggota komisi III DPRD Kabupaten Pesisir Barat kepada team tirasnusantara.com (2/2), menjelaskan bahwa dalam beberapa hari ini ada insiden anggota DPRD terjatuh bahkan terpental saat menduduki kursi mahal itu.
“Terkait kursi DPRD Pesisir Barat memang berkwalitas sangat buruk, dalam beberapa hari ini terjadi insiden anggota DPRD terjatuh bahkan terpental saat menduduki kursi mahal itu, “Paparnya.
Kursi tersebut ada yang copot sambungan nya, ada yang patah bagian bawahnya, ada yang patah senderan bagian belakangnya.
“Baru dua minggu sudah puluhan kursi yang rusak parah, kami DPRD Pesisir Barat dalam waktu dekat akan memanggil rekanan dan dinas PU sebagai penanggung jawab kegiatan.
Intinya DPRD Minta supaya kursi tersebut segera diganti dengan model yang lain, prinsipnya kami bukan menuntut pasilitas yang mewah, tetapi yang penting layak pakai dan nyaman di tempati.
Karena kursi yang sekarang memang sangat tidak layak pakai, baik kwalitas, ukuran kursi yang terlalu tinggi dan model desainnya yang tidak nyaman, kalau tidak diganti sangat membahayakan, dan diduga ini sebuah kecerobohan dalam pengadaan, “Tutupnya.
Hal yang sama juga disampaikan Rifzon Efendi anggota DPRD Pesisir Barat dari Fraksi PDI-P bahwa kontruksi kursi memang tidak layak, bahkan pengerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi.
“Saya selaku anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat menilai kontruksi kursi memang tidak layak, bahkan pengerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi.
Jadi kami akan panggil dinas PU dan Rekanan untuk dimintai keterangan atas insiden kursi tidak layak pakai tersebut, dan harus dipertanggung jawabkan seandainya memang ada unsur kesenghajaan untuk dinikmati sendiri dengan merugikan keuangan negara. “Pintanya. (Roso/Amie/team)