Tarik Kendaraan Nasabah PT ITC Diduga Melanggar Ketentuan Hukum

Bandar lampung Tirasnusantara.Com.
Nasabah merasa di rugikan atas perbuatan pihak oknum PT internusa tribuana citra (ITC) multi pinance yang beralamat jalan sultan agung no 19.p. kelurahan wayhalim permai kecamatan wayhalim bandar lampung. yang bernama dedi dan di dampingi rekan nya yang bernama iman. telah melakukan eksekusi satu unit mobil milik Saudara Safari.merek ceri pultura tahun 2014 nomor polisi BE 9236 BL warna.

Safari selaku korban. menguasakan kepada pihak perkumpulan advokaten indonesia (PAI) selaku kuasa huku Safari pada 07/04 dan menceritakan kronologis eksekusi mobil ceri minibes yang bernomor polisi BE 9236 BL warna biru telah di sita tidak sesuai presedur. pada hari senin 05/04 di desa banjar suri kecamatan sidomulyo lampung selatan,”paparnya.

Ya mas mobil saya di sita tidak sesuai presedur dengan alasan mobil saya telah telat membayar angsuran yang mana angsuran mobil saya jatuh tempo pada tanggal 20/03 dari tanggal jatuh tempo angsuran saya baru telat dalam hitungan hari. sekitar 15 hari. dan mobil saya di sita di rumah paman saya yang bernama Hafifi di seda banjar suri pada hari senin 05/04 lalu. itupun tampa konfirmasi atau memberikan surat peringatan (SP) kepada saya. mobil di sita tampa ada persetujuan dari saya kuat dugaan saya mobil di rampas oleh oknum PT internusa tribuana citra (ITC) karna kontrak kepada pihak lesing tersebut atas nama saya (Safari) dan saya tidak pernah menitipkan mobil karna saya punya niat baik mau bayar dan sudah menjadi tanggung jawab saya,”timpalnya.

Di duga pihak oknum PT ITC melawan intruksi presiden republik indonesia (RI) Joko Widodo. yang mana telah di sampaikan melalui media masa baik online cetak dan elektronik. bahwa usaha sektor kecil kebawah di bawah 10.milyar telah di berikan keringanan perpanjangan waktu selama 1tahun mengingat dalam bencana wabah Corona Covid-19. dan di duga juga melanggar undang undang pidusia no 42 tahun 1999.

Muhamad ilyas SH. selaku kuasa hukum korban meminta kepada aparat penegak hukum jika terbukti pihak PT ITC melanggar hukum di minta agar aparat penegak hukum menindak tegas pihak oknum PT ITC. agar tidak terjadi lagi kepada masyarakat lain nya,”jelasnya.

Iman selaku kepala kordinatir PT internusa tribuana citra (ITC) Multi pinance saat di konfirmasi di kantor pada 07/04. membenarkan mobil milik Safari telah di titipkan kepada pihak lesing PT ITC MULTI PINANCE dan mobil di ambil oleh karyawan kami yang bernama dedi. mobil di ambil di rumah saudara Hafifi yang selaku pamannya Safari di desa banjar suri. jika Safari mengatakkan unit mobil di sita apa lagi di katakan perampasan itu sangat salah.”tegasny. (Riyan & elizar)