Syukur Suryadi : Penyelidikan dari Pihak Kejari Kampar ini Diduga Penuh dengan Rekayasa

Kampar, tirasnusantara.com – Usai memasukkan laporan dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa Batu Gajah tahun 2018 – 2019 di PTSP Kejati Riau, beberapa orang perwakilan masyarakat Desa Batu Batu Gajah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, mendatangi kantor Kejari Kampar Jumat siang (04/09/20).

 

Kedatangan perwakilan masyarakat Desa Batu Gajah ini dalam rangka melakukan protes terkait hasil suratrahasia pemberitahuan atas laporan / pengaduan yang dikirimkan oleh Kejari Kampar pada tanggal 28 Agustus 2020 kemarin melalui kantor Pos untuk masyarakat Desa Batu Gajah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

 

Menurut pantauan awak media, setibanya masyarakat Desa Batu Gajah di kantor Kejari Kampar disambut oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Kampar, Silvanus Rotua Manulang S.H. Kemudian masyarakat Desa Batu Gajah dengan Kasi Intelijen Kejari Kampar melakukan dialog di ruang tunggu pemeriksaan Intel / Pidsus Kejari Kampar, dan dialog tersebut tampaknya berlangsung hangat.

 

“Usai melaksanakan dialog dengan Kasi Intel Kejari Kampar, salah seorang perwakilan masyarakat Desa Batu Gajah, Syukur Suryadi kepada awak media menjelaskan, kami mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kampar pada siang hari ini merasa sangat – sangat kecewa setelah kami menerima surat hasil dari tim penyelidkan pihak Kejari Kampar. Memang surat hasil pemberitahuan atas laporan itu sudah kami terima pada hari Kamis tanggal 3 September kemarin, setelah kami pelajari isinya memang sama sekali tidak sesuai dengan temuan yang dilapangan dan apa yang kami laporkan.

 

“Tadi sebelum di wawancara ini kami sudah ketemu langsung dengan pak Kasi Intel, dalam hal ini pak Manulang. Sudah kami sampaikan segala namanya unek – unek kami, beliau menjawab disitu kayaknya memang tidak sesuai dengan apa yang mereka buat disurat rahasia pemberitahuan atas laporan tersebut. Ketika kami tanya diruang tunggu tadi, jawab Kasi Intel Kejari Kampar hanya itu – itu saja. Itu sesuai dengan penyelidikan kami, itu sesuai dengan penyelidikan kami,” ucap Syukur Suryadi menirukan kata – kata Kasi Intel Kejari Kampar.

 

Lebih lanjut ditambahkan Syukur Suryadi, sementara kami minta bukti penyelidikan saja beliau tidak bisa menunjukkan. Jadi kami sah – sah saja selaku orang awam, sebetulnya ini ada apa? Kalau kinerja Kejari Kampar, khusus dalam menangani kasus yang kami laporkan ini yang jelas kami kecewa.

 

Kemudian tadi sudah kami sampaikan juga sama pihak Kasi Intel, kami inikan cuma sebagai mewakili masyarakat. Kami disini tidak punya kepentingan, tapi kalau memang hasilnya begini sama saja membuat desa kami semakin terjerumus nanti.

Sementara pagi tadi kami dari Kejaksaan Tinggi Riau, dalam rangka melanjutkan laporan yang kami nilai hasil dari tim penyelidikan Kejari Kampar itu yang kami rasa memang tidak puas. Mangkanya kami lanjutkan ke Kejati Riau. Tapi yang jelas apa yang menjadi penyelidikan dari pihak Kejari Kampar ini, diduga penuh dengan rekayasa,” ungkap Syukur Suryadi.

 

Selanjutnya ditambahkan Masrul, selaku perwakilan warga Desa Batu Gajah, sesuai juga dengan hasil dari Kejari Kampar yang kami terima atas ketidakpuasan kami. Dan kami duga itu penuh dengan syarat – syarat praduga yang tidak benar, ini telah kami laporkan dan telah kami berikan juga alasan – alasan beserta data – data yang ada sama kami ke Kejati Riau.

 

“Kalau tidak ada halangan entah hari Senin atau Selasa, mungkin selambat – lambatnya hari Rabu kami akan dipanggil oleh Kejati Riau untuk tindaklanjut dari laporan yang kami masukkan pada hari ini,” jelas Masrul.

 

Sementara itu, menurut Kasi Intelijen Kejari Kampar, Silvanus Rotua Manulang S.H, kepada warga Desa Batu Gajah menjelaskan, berdasarkan hasil kegiatan dari bahan keterangan dan bahan pengumpulan data, itulah hasil kerja kami,” ujarnya. ( Rilis / Tim).