Siswa Pindahan Diduga Harus Membayar Enam Juta Bila Ingin Masuk ke SMA 16 Bandar Lampung

Bandar Lampung Tirasnusantara.com,- Bahwa dalam undang- undang Dasar ( UUD ) 45 tertulis kalimat ‘turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa” bahwa dalam program Pendidikan wajib sekolah, bahwa untuk menentukan masa depan bangsa semua anak wajib sekolah tidak boleh terhambat dalam menimba pendidikan.

Namun berbeda di SMA 16 Bandar Lampung, khususnya bagi siswa pindahan tidak semuanya mulus dapat melanjutkan pendidikan. Pasalnya peraturan yang diterapkan oleh Rosita selaku kepala sekolah dan yang disebutnya “team'” diduga akan menerima siswa pindahan bila membayar enam juta rupiah.

Hal ini terungkap dari keterangan salah seorang wali murid yang akan mendaftarkan putranya sebagai siswa pindahan ke SMA 16 Bandar Lampung gagal masuk karna tidak mempunyai uang sebanyak 6 juta rupiah.

Menurut “R” orang tua siswa kepada media ini dirinya diminta oleh Rosita menghadap kepada nya langsung bila putranya ingin diterima di SMA 16.

Menurut R setelah dirinya menghadap di ruang kerja Rosita, kemudian menunjukkan Raport putranya, Rosita bertanya ” Bapak punya uang berapa mau memasukkan anak bapak sekolah disini”

Sontak R bingung, sempat dirinya terdiam. Namun karna keinginan kuat agar anaknya tetap sekolah, R bertanya “berapa pasaran biaya siswa pindahan agar dapat diterima ? . Kemudian Rosita menjawab “6 juta rupiah”

Namun malang nasib R dan putranya karna menurut R dirinya hanya mampu membayar 2 juta rupiah. Kesimpulan dari keterangan R akhirnya putranya tidak dapat melanjutkan sekolah di SMA tersebut.

Rosita selaku kepala sekolah ketika dimintai keterangan via WatsApp oleh media ini beberapa waktu yang lalu mengakui bahwa benar bila ada siswa pindahan harus mengeluarkan dana sebesar 6 juta rupiah karma sudah menjadi kesepakatan team yang ada di sekolah tersebut, bahkan menurutnya siswa bukan hanya mengeluarkan biaya sebesar 6 juta saja tetapi siswa harus membayar uang pakaian dan uang komite. Tetapi dirinya membantah bila putra R tidak diterima karna uang yang diminta tidak cukup, melainkan menurut Rosita putra R tidak diterima karna alasan siswa belum dapat tatap muka disebabkan masih diharuskan belajar di rumah karna ada wabah Corona.

“betul mas, biaya tersebut merupakan kesepakatan team yang ada di sekolah ini, bahkan bukan hanya membayar itu saja, siswa tersebut harus membayar uang pakaian dan uang komite” tetapi sebenarnya alasan kami tidak menerima putra R bukan karna biaya nya tidak cukup, tetapi memang saat ini sekolah kita lakukan jarak jauh, karna ada wabah Corona. Selain itu, siswa tersebut belum dikenal dewan guru serta dari hasil yang dilihat di raport nya ada beberapa alfa” jelas Rosita. ( Red )