Sedih!! Tak Tersentuh Bantuan Dari Pemerintah, Akibat terdampak Covid-19 Warga Selembaran Jaya Makan Sahur Pake Terasi

Tanggerang Tirasnusantara.com,-Bantuan yang diluncurkan oleh pemerintah pusat melalui kementerian sosial kepada warga yang terdampak Covid-19, Batuan Sembako Dan Batuan Langsung Tunai (BLT) tersebut belum dirasakan oleh warga RT 01 RW 15 kelurahan Selmbaran Jaya Kecamatan Kosambi kabupaten Tangerang Provinsi Banten

” Jangankan mendapatkan bantuan, pendataan nama-nama saja tidak ada, saya pekerja buru harian pabrik ditutup saya GK kerja sama sekali, anak saya 4 orang istri nganggur kontrakan belum dibayar makan susah sekali beras tidak ada, kemaren saya makan sahur pake terasi sama nasi putih pak,”, ucap asep sambil berharap bantuan dari pemerintah

” Saya susah pak saya cuman pedagang asongan semua pada tutup sekolah-sekolah tutup pabrik tutup mau jualan tidak bisa, beras habis, modal habis pak, yah saya sih takut bicara pak takut di panggil-panggil, kalau ada bantuan dari pemerintah saya berterimakasih kalau tidak ada ya tidak apa-apa”, tandas salah satu warga RT 01 RW 15 yang enggan disebutkan namanya

Beberapa Minggu yang lalu bupati Ahmed Zaki live disalah satu stasiun televisi swasta bersama Irwanto salah satu warga RT 03 RW 14 kelurahan selembaran jaya kecamatan Kosambi kabupaten Tangerang Provinsi Banten.

” Memang APBD kabupaten Tangerang punya jaring pengamat sosial yang sangat terbatas kita hanya bisa mengcover delapan puluh ribu tiga ratus tiga puluh tiga ribu (8.333 )kepala keluarga, kemudian dalam perjalan ada juga bantuan dari Pemprov Banten, bantuan sosial dan juga dari kementerian sosial, itu juga akan bertambah, jadi sebetulnya kekhwatiran-kekhwatiran kemaren yang disampaikan asosiasi pemerintah desa itu sudah kita Carikan solusinya yaitu silahkan RT RW mendata yang jujur kita tidak melihat dari RT RW 20 warga atau apa, silahkan data nanti kami yang akan verivikasi dari dinas sosial dan juga dari pemerintah kecamatan”, terang bupati Tangerang Ahmed Zaki dalam live tersebut

” Lanjuta Ahmed Zaki ada 8 kriteria yang mendapatkan batuan jaring pengamat sosial kabupaten Tangerang yaitu, 1. Keluarga yang terdampak Covid-19 menjadi Pasian dalam pengawasa (PDP) 2. Asisten rumah tangga atau pekerja karyawan yang baru di PHK, 3. Ojek pangkalan tukang becak sopir angkot yang sudah tidak bekerja akibat Covi-19 4. Pedagang asongan, pedagang keliling, 5.Tenaga harian lepas, 6. buru harian, 7.sosial ekonomi yang rentang, 8. Penyandang Di Sabilitas”, jelas bupati Tangerang

Menilai bantuan sosial tak tepat sasaran ketua lembaga pemantau penyelengara negara republik Indonesia (LPPN RI ) DPD provinsi Banten David salim angkat bicara

” Presiden republik Indonesia pak jokowi sudah Ingatkan, mau itu RT, RW, Lurah/Kades, Bupati, Wali Kota, Gubernur, kalau ada penyalahgunakan sembako dari pemerintah pusat maupun dana desa untuk seluruh rakyat yang tidak mampu, dan bantuan-bantuan tidak disalurkan tepat sasaran, Hukum Seumur Hidup”, ungkap David ketua LPPN RI provinsi Banten.

Ketua lembaga pemantau penyelangara Negara RI (LPPN-RI) provinsi Banten. David salim. Menegaskan dalam penyaluran Bantuan kepada setiap.warga tidak terjadi Tebang pilih.atau Tumpang Tindi dan penguranggan atau pemotonggan bantuan tsb. Semua harus mendapatkan bantuan tsb, siapapun. terkecuali ada penolakan. Dikarnakan atas kesadarannya warga itu sendiri.tidak pantas utk menerima bantuan tsb. Jikalau menggunakan Data2 yang ada tidak akurat atau data fiktip. akan berdampak semakin buruknya brokrasi yang ada.di negara ini. Utk lebi jelas dan akuratnya sebaiknya diserahkan langgsung saja ke setiap warga dan langgsung pencatatan. Sebagai penerima bantuan sosial ( Bansos) dalam penagulanggan covid 19 di Th 2020. disampaikan David salim dalam keteranggan terbatas melalui Tlp conference, selasa 5/5/2020).

David salim. meminta semua instansi pamerinta dalam.tugas Penylanggaran Negara RI bisa mengujudkan keperdulian dan kehadirannya didalam.pelayanannya utk rakyat jikalau peran Pemarinta itu betul2 dirasakan setiap warga negara indonesia dimanapun mareka brada hadir di tengga2 rakyat indonesia. Dan menciptakan transparan agar tak menimbulkan kecurigaan dalam proses penyaluran Bansos ke masyarakat. ( Red)