Satpas SIM 1221 Depok Maksimalkan Pelayanan

DEPOK, Tirasnusantara.com – Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang diterbitkan oleh pihak yang berwenang. SIM diberikan kepada seseorang yang sudah memenuhi persyaratan tertentu untuk mengemudikan kendaraan bermotor. Di Indonesia, sesuai Pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor wajib memiliki SIM. Siapapun yang mengemudikan Kendaraan bermotor di jalan, dan jika tidak memiliki SIM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) tersebut maka akan dikenai pidana berupa kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak 1.000.000,- (satu juta rupiah).

Kasubnit Satpas SIM 1221 Pasar Segar, Iptu Pol Firdaus menjelaskan mau tak mau memang kita wajib mempunyai SIM, apalagi berencana mengemudikan kendaraan di jalan umum saat Idul Fitri tiba. “Bagi Anda dan siapapun yang sudah memenuhi syarat ingin membuat SIM, harga yang diberikan sangat terjangkau,” ucap Iptu. Firdaus saat ditemui awak media, Jumat (10/05/2019)

Seperti tercantum dalam PP Nomor 60 Tahun 2016, tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimanaan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, berikut biaya penerbitan SIM berdasarkan situs resmi Polri :

1. SIM A

– Pembuatan SIM A baru: Rp 120.000

– Perpanjang SIM A: Rp 80.000

SIM C

– Pembuatan SIM C baru: Rp 100.000

– Perpanjang SIM C: Rp 75.000

Dikatakan Kasubnit Satpas SIM, berfungsi sebagai Data Forensik Kepolisian melalui pengambilan foto, sidik jari, dan tanda tangan, serta data identitas yang ada di SIM. Meski sidik jari tidak akan berubah, namun tampak wajah dan tanda tangan ada kemungkinan bisa berubah, terutama tampak wajah seperti tambah jenggot, rambut jadi panjang, dan semacamnya.

“Maka dari itu, memiliki database pengemudi memudahkan Polri untuk melakukan pencarian seseorang berdasarkan data yang berada di pengemudi. Apabila perpanjangan SIM dilakukan melewati massa berlakunya, yakni lima tahun, meskipun hanya sehari, dia harus kembali membuat SIM dari awal lagi, dengan mekanisme pembuatan SIM baru,” imbuhnya.

Pemohon kemudian diminta langsung membayar ujian SIM, sebelum petugas mengarahkan untuk berfoto sebelum mengikuti rangkaian tes.

Pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dimaksimalkan. Peningkatan Sumber Daya Manusia hingga sterilisasi kawasan digencarkan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Depok.

Dari pantauan SidakPost.ID di lapangan, dalam uji SIM di Satpas Pasar Segar, Depok sudah cukup baik. Setiap pengantar pun dilarang masuk ke gedung utama. Dalam gedung, petugas kemudian memberikan tanda pengenal pengunjung. Tanda ini didapat setelah pemohon memperlihatkan surat dokter dan surat-surat lainnya kepada petugas jaga.

Sementara itu, Brian (28), seorang pemohon mengaku dengan dapatkan SIM C dari kepolisian. Walaupun Ia mengakui meski sempat gagal dalm tes uji SIM, dirinya senang dengan hasil yang didapat kali ini.

“Saya terima kegagal pada waktu tes pertama dan kedua dan ini menunjukan profesionalisme dari kepolisian serta menjadi kualitas bagi pengemudi juga dapat mengetahui mengemudikan kendaran yang baik. Saya belum sempurna, karena itu ketika gagal saya belajar lagi,” ucapnya, dengan ceria dan mengakui telah gagal dua kali uji tes SIM.

“Ini saya dapat SIM C usaha sendiri, semuanya habis sekitar Rp155.000. Terima kasih pak polisi,” pungkasnya.(hot)