RSPS Pelaku Penganiayaan Berujung Maut Menyerahkan Diri

TAPSEL tirasnusantara.com – Ranto Sabar Parulian Sihite/ (RSPS)40, Pelaku penganiayaan berujung maut di kelurahan Pardomuan dusun janji matogu kecamatan Angkola Selatan kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) akhirnya menyerahkan diri, setelah melarikan diri ke Dolok Sanggul kabupaten Tapanuli Utara, hal ini di jelaskan Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj SH.S.Ik.MH dalam jumpa persnya, Senin 27/7/2020 di Mapolres.

Kapolres Tapsel menjelaskan kronologi kejadian, setelah melarikan diri Terungkap, Jumat 24/7  Liza Hanum Br Pohan (30) dianiaya hingga tewas, karena melontarkan kata-kata kasar dan melempar kaca rumah terduga pelaku dengan batu di sebabkan
tersangka memanggil anak korban Lastri (12) untuk menanyakan kenapa anak tersangka dikatakan pencuri air di PT ANJ,” ungkap Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj, SH SIK MH, didampingi Wakapolres Kompol H Hasibuan, SH, dan Kasat Reskrim AKP Paulus RGP Simamora, SIK.

Terduga pelaku juga mengatai anak korban dengan sebutan Mata Celong atau Juling, Diam-diam anak korban menangis dan mengadukannya ke Liza, karena tak terima, Liza pun melabrak terduga pelaku dan mengata-ngatainya dengan kata-kata kasar hingga terjadilah penganiayaan tersebut dan sebelumnya di ketahui terduga dan si korban pernah terlibat berselisih paham batas tanah, papar Kapolres

Sebelumnya Liza dilaporkan tewas usai dianiaya persis di depan teras rumahnya, pelaku diduga menganiaya korban dengan menggunakan sebilah balok sepanjang 50 Cm, ke kepala korban dari belakang, dengan satu kali pukulan korban langsung tersungkur, kejadian mengerikan itu juga disaksikan keempat anak korban yang masih belia.

Tak berhenti di situ, terduga pelaku terus menghantamkan baloknya ke kepala korban hingga tewas, puas melancarkan aksinya terduga pelaku langsung melarikan diri hingga akhirnya menyerahkan diri

Setelah melarikan diri, terduga pelaku sempat menghubungi keluarganya, untuk menanyakan kondisi terkini korban.

Keluarga terduga pelaku mengatakan kalau korban sudah meninggal dunia dan menyarankan supaya segera menyerahkan diri, terduga pelaku pun setuju untuk menyerahkan diri, akhirnya terduga pelaku dijemput oleh orangtuanya dan polisi di terminal bus di Tarutung, Kab Tapanuli Utara, Minggu (27/7) sekira pukul 00.15 WIB.

Tersangka bakal dijerat Pasal 338 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun,” pungkas Kapolres sembari menyebut kondisi kejiwaan korban hingga kini dinyatakan masih sehat. (Yahman/team)