Rizkon Alhuda; Kalau Perusahaan Pengen Aman Buatlah Masyarakat Jadi Nyaman

PESISIR BARAT tirasnusantra.com – Lagi-lagi Pemerintah Pekon segel Tower Base Transceiver Station (BTS), kali ini dilakukan oleh Pemerintah Pekon Biha Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat, Senin (30/11).

Pemerintah Pekon Biha, bersama warga mengatakan bahwa keberadaan tower BST tidak pernah memberikan kontribusi positif untuk masyarakat, bahkan mereka menuding, dampak radiasi tower dikhawatirkan bakal merusak semua elemen, bukan hanya sekedar merudak barang-barang elektronik saja.

Peratin Pekon Biha Riskon Alhuda, kepada tim media ini, menjelaskan bahwa selama Tower BST berdiri tidak pernah memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Warga setempat, bahkan kerusakan perangkat elektronik milik warga tidak diganti sesuai kerusakan yang diajukan.

“Saya terus terang, selama Tower BST itu berdiri tidak pernah memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Warga setempat, bahkan kerusakan perangkat elektronik milik warga pun tidak diganti sesuai kerusakan yang diajukan, boro-boro mau yang lain.

“Jadi saya selaku Peratin, yang merupakan bagian dari masyarakat Pekon Biha, meminta pihak pengembang untuk segera memberikan CSR sebagai bentuk kepedulian kepada warga sekitar. Namun apa bila dalam pemasangan segel ini tidak diindahkan oleh perusahaan atau provider pengelola tower, maka kami akan meminta agar tower itu ditutup secara permanen. “Terangnya.

“Sebenarnya penolakan ini dulu sudah pernah di lakukan, akan tetapi tidak ada hasil yang memuaskan. Nah saat ini kami tetap berupaya untuk menunggu niatan baik pihak perusahaan, kalau pun saat ini tidak ada juga respon positifnya dari PT Tower tersebut, maka dengan terpaksa kita minta mereka angkat kaki saja, untuk apa mau enaknya saja, sementara masyarakat banyak yang kena dampak negatif dari bahaya radiasinya tidak pernah dipikirkan, sekali lagi kalau perusahaan pengen aman, buatlah masyarakat jadi nyaman. “Tutupnya.

Sampai berita ini diterbitkan pihak perusahaan terkait yaitu PT. Mitratel dan Telkomsel belum berhasil untuk dikonfirmasi. (Team)