Quo Vadis HMI Komisariat Dakwah UIN Raden Intan

LAMPUNG tirasnusantara.com – Salah satu anggota HMI Komisariat Dakwah UIN Raden Intan Lampung, merasa bingung dengan pengkaderan yang dilakukan Ketua Umum Komisariat Dakwah Julian Fajri.

“Ketua Umum tidak objektif dalam menegakkan aturan main organisasi. Dan cenderung semena – mena dalam Musyawarah Kohati Komisariat dan Pengkaderan” kata Nurhakim

Sehingga saya selaku kader aktif Komisariat Dakwah Raden Intan ini merasa bingung dengan keputusan yang diambil oleh Ketua Umum Komisariat dakwah dalam Muskom Kohati dan Pengkaderan dalam basic training.

“Pembukaan muskom saja tidak dihadiri ketua umum kohati cabang artinya muskom ini tidak direstui untuk dilaksanakan karena seharusnya pembentukan kohati komisariat harus ada minimal 25 kohati yang ikut LKK dan di komisariat dakwah baru 3 yang mengikuti” tambah Nurhakim

Apalagi ketua umum Kohati Komisariat sudah dilantik dan dilakukan berbarengan dengan pembukaan basic training yang seharusnya pelantikan itu dilaksanakan berbarengan dengan pelantikan ketua umum komisariat dan ketua umum komisariat saja sudah dilantik dan sudah jalan selama 4 bulan.

“Ini menjadi suatu gambaran bahwa ketua umum tidak mengerti aturan main organisasi atau hanya untuk kepentingan kelompok tertentu karena banyak aturan – aturan yang sengaja dilanggar untuk mensukseskan kepentingan pribadi atau golongan, “jelas Nurhakim.

Ditambah lagi dalam pelaksaan basic training anggota baru selesai melaksanakan basic yang seharusnya menjadi OC terlebih dahulu ini sudah lompat menjadi SC dan bahkan ada yang menjadi Kepala Bidang dalam kepengurusan.

“Harapan saya selaku kader aktif komisariat dakwah supaya ketua umum lebih bijak dalam mengambil keputusan harus ada pertimbangan – pertimbangan yang dilakukan dan sebaiknya semua anggota dilibatkan dalam pengambilan kebijakan jangan asal ketua umum, mari kita sama – sama bangun komisariat ini atas dasar kebersamaan ” tandas Nurhakim. (Roso/team)