Pungutan di SMKN 4 Balam Diduga Tabrak Peraturan Mentri

BANDAR LAMPUNG tirasnusantara.com – Wali murid menjerit dengan besarnya biaya, agar anaknya bisa bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negri (SMKN 4 ) jalan Hos Cokroaminoto No 102 Enggal Kecamatan Enggal Bandar Lampung.

“Sebagaiman telah di atur oleh permendikbu No 75 Tahun 2016. sebagai berikut yang harus di pahami Komite dan Guru.

Komite Sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orangtua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan.

Bantuan Pendidikan, yang selanjutnya disebut dengan bantuan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orangtua/walinya, dengan syarat yang disepakati para pihak.

Pungutan Pendidikan, yang selanjutnya disebut dengan pungutan adalah penarikan uang oleh Sekolah kepada peserta didik, orangtua/walinya yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktupemungutannya ditentukan.

Sumbangan Pendidikan, yang selanjutnya disebut dengan Sumbangan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh peserta didik, orangtua/walinya baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat atau lembaga secara sukarela, dan tidak mengikat satuan pendidikan.

Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Menteri adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Demikian penjelasan “N” selaku masyarakat kepada ream tirasnusantara.com( 20/9), “Kan agak janggal jika kami harus membayar biaya sekolah anak kami sebesar Rp 3.700.000,- (Tiga Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah).

“Kami di undang rapat pada 04/09/2019. tapi menurut kami itu bukan rapat komite dan wali murid. itu hanya sekedar penyampaian saja pk karena kita tidak diajak berembuk,kami hanya langsung di beritahu bahwa biaya yang harus di bayarkan sebesar Rp 3.700.000,- “Tegasnya.

“Jelas ini sesuatu yg mengikat,selayaknya pada saat rapat itu dapat diambil kebijakan yg tidak memberatkan para wali murid, mengingat pungutan tersebut sudah jelas dilarang dan diduga keras ada indikasi korupsi dari pihak terkait pada SMKN 4 Bandar lampung, “Tutupnya.

Saat di konfirmasi oleh team tirasnusantara.com 25/09. pihak sekolahan atau komite tidak ada di sekolahan. security berkata kepsek dan humas sedang keluar pak dan komite tidak ada di sini. “Tegas security. setelah itu didatangi lagi dan security menjawab bahwa kepsek atau humas lagi ada tamu karna kemaren ada murid yang berkelahi “Kilahnya.

Disaat yang bersamaan team menyambangi kantor disdikbud Provinsi Lampung, namun Kadis sedang tidak dikantor, begitu juga Kabid Dikmen pun sedang keluar, jadi hingga berita ini ditayangkan pihak disdikbud belum berhasil dikonfirmasi. (Rianto/team.)