PT. Teluk Beringin Jaya Kelola HTR Tanpa Izin, Masyarakat Bangkunat Akan Tutup Lahan

PESISIR BARAT trasnusantara.com – Diduga PT. Teluk Beringin Jaya tidak mengantongi izin pengelolaan hutan tanaman rakyat (HTR) atas lokasi seluas 170 Ha di wilayah Pekon Suka Negeri Kecamatan Bangkunat.
“DI” selaku tokoh masyarakat Bangkunat kepada team tirasnusantara.com (18/12) mengatakan, terkait perizinan PT. Teluk Beringin Jaya atas pengelolaan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) yang ada di wilayah Pekon Suka Negeri Kecamatan Bangkunat tidak pernah ada.
“Saya katakan, terkait izin pengelolaan HTR oleh PT. Teluk Beringin Jaya seluas 170 Ha diwilayah Pekon Suka Negeri Kecamatan Bangkunat tidak pernah dimiliki.
“Memang dulu pernah diusulkan oleh pak ABU BAKAR SUTANTO kepada bupati Lampung Barat, surat tertanggal 28 April 2011, akan tetapi saya tau betul kalau surat usulan pak Abu itu tidak pernah mendapat rekomendasi dari pak bupati.
“Pak bupati tidak pernah mengeluarkan/menerbitkan surat izin pengelolaan HTR itu kepada PT. Teluk Beringin Jaya. “Paparnya.
“Jadi selama ini aktivitas pengelolaan hutan tanaman rakyat (HTR) oleh PT. Teluk Beringin Jaya itu ilegal.
“Siapa pun yang menanyakan izin terkait pengelolaan HTR seluas 170 Ha tersebut, pihak perusahaan PT. Teluk Beringin Jaya cuma bisa menunjukkan surat usulan pengelolaan hutan tanaman rakyat kepada bupati, dan tidak pernah menunjuk kan legalitas yang sah atas pengelolaan tanah tersebut.
“Untuk itu saya bersama masyarakat Bangkunat meminta kepada dinas atau instansi terkait, agar segera menghentikan semua aktivitas dan mengembalikan atas tanah yang di kleam oleh PT. Teluk Beringin Jaya itu, karena kalau tidak kami masyarakat yang akan bergerak untuk menutup lahan itu, “Tutupnya.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak PT. Teluk Beringin Jaya belum bisa dikonfirmasi, “Bos sedang tidak ditempat, “Kata seorang penjaga. (Mus/team)