PT. TELUK BERINGIN JAYA DIDUGA LANGGAR KESEPAKATAN

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – PT. Teluk Beringin Jaya yang bergerak di bidang usaha budi daya udang tambak, dan beberapa jenis usaha lainnya, yang berlokasi di Kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat.

“T” salah satu tokoh masarakat di pelabuhan Bangkunat mengatakan, “Memang betul kalau pengusaha tambak yang ada disini terkesan tidak menepati janji, kepada masyarakat Bangkunat secara umum, kota jawa dan suka negeri khususnya.

“Saya atas nama masyarakat Bangkunat secara umum, Pekon Kota Jawa khususnya,bmerasa kecewa terhadap adanya tambak udang PT. Teluk Beringin Jaya.

“Pasal nya, apa yang sudah di janjikan oleh direktur PT. TELUK BERINGIN JAYA bapak ABU BAKAR SUTANTO terhadap masyarakat Bangkunat, tidak sesuai dengan janji semula.

Diantaranya:
1). Menghibahkan tanah dan pembuatan jalan sepanjang 3.000 meter dan lebar 6 meter, untuk akses masyarakat Pekon Suka Negeri menuju jalan lintas utama Pesisir Barat.

2). Pembuatan jalan sepanjang lebih kurang 3.500 meter dan lebar lebih kurang 6 meter, dari kampung bali menuju Suka Negeri.

3). Pembuatan dua buah jembatan penghubung masyarakat kampung bali dengan masyarakat Kota Jawa.

Masih lanjut “T”, “Keberadaan PT. TELUK BERINGIN JAYA saat ini sangat meresahkan masyarakat Bangkunat secara umum, Kota Jawa khususnya yang berada langsung didekat lokasi tambak.

“Sejak berdirinya tambak udang PT. Teluk Beringin Jaya ini, kami masyarakat sudah dibatasi untuk melakukan aktifitas sehari-hari, dalam menambah mata pencaharian kami, contoh kecilnya saja semisal Way Keseh.

“Way Keseh merupakan aset masyarakat Bangkunat, dimana Way Keseh merupakan lokasi masyarakat Bangkunat untuk mencari ikan, sementara saat ini, Way Keseh dijadikan tambak oleh PT. TELUK BERINGIN JAYA.

“Sudah berapa kali masyarakat meminta kepada PT. TELUK BERINGIN JAYA, agar Way Keseh dikembalikan seperti sedia kala, namun PT. TELUK BERINGIN JAYAvtetap menjadikan Way Keseh sebagai lokasi tambak.

“Selain itu, limbah tambak udang PT. TELUK BERINGIN JAYA sudah sangat mengganggu lingkungan, dengan aroma bau busuk akibat limbah yang sangat menyengat, serta membawa dampak bagi sumur masyarakat seputar tambak yang merubah air berwarna hitam.

“Sehingga masyarakat tidak berani untuk mengkonsumsi air sumur mereka, dan mirisnya lagi semua karyawan tambak di ambil dari luar daerah kami, kami merasa kehadiran pengusaha tambak di tempat kami sama sekali tidak ada kontribusi buat masarakat sekitar, “Paparnya.

Sri Yanto selaku humas PT. TELUK BERINGIN JAYA menanggapi terkait apa yang menjadi keluhan masyarakat, mengatakan, “Masalah poin 1, 2 dan 3 itu sudah direalisasikan oleh PT. TELUK BERINGIN JAYA.

“Terkait masalah limbah tambak, selama ini per triwulanbpihak PT. TELUK BERINGIN JAYA selalu berkordinasi ke pihak provinsi, dengan cara membawa simpel limbah untuk ditinjau di lab, dan hasilnyapun disampaikanbkepada kamibPT. TELUK BERINGIN JAYA dengan hasil baik/standar.

“Itu artinya tidak membawa dampak negatif terhadap lingkungan, dan masalah bau limbah yang menyengat itu waktu kami melakukan pengerukan Endapan lumpur di kolam penampungan limbah, tapi itu tidak untuk setiap saat bau menyengat hanya terjadi di saat waktu pengerukan saja, “Kilahnya. (Roso/Mus/Team)