Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Bangkinang Molor, Kontraktor Kena Denda

Kampar, tirasnusantara.com – Terkait keterlambatan selesainya pembangunan gedung rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, 5 lantai pada tahun 2019 yang menelan pagu anggaran sebesar Rp 46 Milyar lebih ini, menjadi tanda tanya oleh sejumlah awak media di Kabupaten Kampar.

Selanjutnya awak media mencoba konfirmasi dengan Masri, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar mengatakan, “terbengkalainya pembangunan gedung RSUD Bangkinang itu gara – gara ada penyambungan koridor antara gedung baru dengan gedung lama, jadi koridor itu dekat dengan pelayanan RSUD Bangkinang,” jelasnya. Senin, ( 06 /01/2020).

“Kita dahulukan pelayanan, setelah pelayanan, maka orang itu bekerja tengah malam. Kalau tidak ada pelayanan baru bekerja kecuali hari – hari libur, itu kendalanya. Kemudian ada penambahan di lantai 5 untuk kantor,” terangnya lagi.

 

Ia mengatakan kontrak pembangunan itu dilaksanakan akhir bulan Mei 2019, sampai 22 Desember 2019. Jadi sekarang menurut Perpres 15 tahun 2018, ada penambahan perpanjangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. Termasuk juga dengan PMK 243, Peraturan Menteri Keuangan 243 tahun 2015. Itu boleh penambahan sampai 90 hari, karena dari APBN. Jadi dana APBN boleh penambahan sampai 90 hari, dana APBD 50 hari.

Sementara itu, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Gemilang Alen, dengan pagu kontraknya sekitar Rp 46 Milyar. Hingga sekarang masih mengerjakan pengecoran lantai plat dak. Sedangkan untuk lantai bawah sudah selesai, tinggal dak terakhir di koridornya.

 

“Batas waktu pengerjaan sekitar 20 Maret 2020, itu sudah selesai semuanya. Tapi menurut kami rapat terakhir kemarin, perkiraan akhir – akhir bulan Januari ini sudah selesai. Kemarin tim dari Provisional Hand Over ( PHO ) sudah saya turunkan untuk mengecek, sebab tidak mungkin satu hari selesai PHO. Jadi sudah mulai menceklis – ceklis pengerjaan yang sudah selesai dari sekarang, ” kata Mayusri.

 

Selanjutnya ditambahkan Mayusri, selain kendalanya di Koridor. Kemudian ada di Ceo dari taman ke Lift, ada lift bagian luar. Jadi ada 3 lift, dua untuk pasien, satu untuk pegawai ada di luar.

Ketika disinggung oleh awak media terkait keterlambatan tersebut ada dendanya sewaktu pembayaran terakhir sesuai dengan Perpres, perpanjang tapi di denda.

 

“Untuk denda per harinya satu permil dari kontrak, satu permilnya itu satu per seribu. Rata – rata per harinya sebesar Rp. 46 juta, di kali berapa hari besok baru selesai dikerjakan oleh pihak Kontraktor tersebut. Karena Penyelesaian pembangunan gedung RSUD Bangkinang ini wajib harus diselesaikan, karena kita mau naik grade dari C ke B. Semoga kedepannya untuk tingkat pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Kampar harus ditingkatkan,” harap Mayusri.

 

Di tempat terpisah, Emrizal selaku Protek Manager PT. Gemilang Alen ketika dikonfirmasi mengatakan kepada awak media, “kontrak kita itu memang tanggal 23 Desember 2019. Tapi kalau masalah kelanjutan pekerjaan itu kami sudah mengajukan permohonan perpanjangan waktu, karena kalau Dana Alokasi Khusus (DAK) itu juga ada perpanjangan waktu Perpres 90 hari,” ucapnya.

 

“Kita sudah konsultasikan kepada Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN), itu memang ada dimungkinkan untuk dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pertambahan waktu selama 90 hari. Tapi dengan konsekuensi yang lain, tentu ada dendanya. Terjadinya masalah keterlambatan yaitu ada satu, kami di koridor terlambat. Koridor itu memang tidak maksimal kontraktor bekerja disitu, karena gedung lama itu pelayanan medis.

 

Sehingga kalau mengganggu pelayanan, kami harus berhenti. Kadang – kadang kita sering dikasih tahu ada orang sakit, dokter spesialis lagi melayani orang sakit. Sehingga kita distop pekerjaan, dan kita ibaratnya jangan mengganggu pelayanan umum. Tapi kami sudah berkonsultasi juga, kalau seandainya terjadi begini terus ada keterlambatan tolong di Back up. Memang koridor kita tinggal satu kali pengecoran, Insya allah kalau lancar tidak hujan – hujan 2 minggu selesai,” katanya.

“Satu lagi keterlambatan kami di lift luar. Alhamdulilah materialnya sudah ada di lokasi, tinggal pemasangannya yang bagian luar agak terlambat,” tambahnya.

Ia menjelaskan untuk pagu anggaran sekitar Rp 46 Milyar, yang dikerjakan ada 3 lantai, yaitu lantai 3, 4, dan lantai 5. Ada penambahan di lantai 2 instalasi kelas medis.

“Itukan sudah 3 kali tahap, tahap 1, tahap 2, dan tahap 3. Di tahap ketiga ini kami harus mencocokan ensiting – ensiting yang sudah ada, semua kami olah lagi.
Terus untuk fungsi, ada perubahan juga. Seperti gas medis di lantai II belum tercover, sementara gas medis itu diadakan untuk di lantai II. Sehingga kami harus bobok membobok, dan itu sudah terpasang,” ungkap Emrizal mengakhiri wawancara. ( Rilis / Tim).