Proyek Pemasangan Lampu Jalan Tenaga Surya Dana Aspirasi Pusat Diduga Asal Jadi

PESISIR BARAT  tirasnusantara.com – Pelaksanaan proyek lampu jalan tenaga surya yang masuk di wilayah Kabupaten Pesisir Barat mendapatkan kritikan dari masyarakat setempat.

Lekat Maulana selaku masyarakat kepada team tirasnusantara.com menyayangkan bahwa pelaksanaan proyek lampu jalan tenaga surya diwilayah Pesisir Barat dilihat secara kasat mata saja tidak memenuhi standar maksimal.

“Kami selaku warga masyarakat menilai pelaksanaan proyek lampu jalan tenaga surya yang menghabiskan dana APBN itu khususnya di wilayah Pesisir Barat ini di duga sistem pengerjaannya tidak maksimal dan jauh dari standar kelayakan.

Ini merupakan catatan buruk bagi kami, seolah-olah proyek pusat itu hanya cenderung menghabiskan uang saja, padahal tujuan pemerintah itu baik, dan ingat yang mengerjakan proyek ini harus bertanggung jawab. “Tegasnya.

Ditempat terpisah pak Imam sebagai agen pemerintah dalam proyek dana pusat yang bersumber dari dana aspirasi ibu Evita Wari tahun 2019 mengatakan, pekerjaan ini semula dikerjakan oleh kontraktor tidak selesai, ada sisanya yang belum terpasang 125 tiang dari total keseluruhan yang diterima 300 titik.

“Mas, sebenarnya pekerjaan ini semula sudah dikerjakan oleh kontraktor, namun  tidak selesai, ada sisanya yang belum terpasang lebih kurang 125 tiang lagi dari total keseluruhan yang diterima 300 titik tiang.

Dan saya hanya berperan membantu mencarikan pelaksana pekerja untuk menyelesaikan sisa yang belum terpasang, saat ini dipastikan semua sudah terpasang, sesuai permintaan dari pusat.

Ada pak Yanto sebagai tukang pasang, dan saya sudah pertemukan lansung kepada pihak kontraktor pak Candra. Namun setahu saya belum juga ada Berita Acara (BA) dibuat terkait penyelesaian semua ini.

Tetapi kita patut bersyukur sebanyak 300 titik Tiang Lampu Jalan Tenaga Surya itu semua sudah terpasang dengan baik. “Kilah pak Imam di ruangan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Yanto sebagai pelaksana pemasangan memaparkan kekecewaannya, “Saya dekat dengan pak Imam, dan saya selalu meminta bantuan kepada beliau terkait semua kendala dilapangan, bahkan saya pernah  pinjam duit karena untuk penyelesaian bayar kawan saya, dalam hal ini saya kecewa karena dirugikan.

“Jujur lokasi pemasangan terkadang menambah biaya angkut karena medannya tidak sama, waktu ketemu pak Candra hal ini tidak mereka perhitungkan dengan terus terang, mereka hanya menghitung matrial dan jasa pemasangan saja.

Saya hanya ahli pemasangan tiang lampu, kalau terkait kwalitas pondasinya saya memang tidak paham dan bukan saya ahlinya, mungkin pak Imam yang lebih memahami soal itu, “Paparnya

Sampai berita ini diterbitkan Chandra selaku kontraktor pemasangan lampu jalan tenaga surya belum berhasil dikonfirmasi. (Azhar/Roso/team)