Program Kerja Prioritas Kadis Kesehatan dr. Ulinnoha Sehatkan Ibu Hamil Untuk Melahirkan Generasi Cerdas dan Menuntaskan Stunting di Kabupaten Pringsewu

PRINGSEWU tirasnusantara.com – dr.Ulinnoha terpilih sebagai Kepala Dinas(Kadis) Kesehatan Kabupaten Pringsewu dan dilantik oleh Bupati Pringsewu H.Sujadi Jum’at (25/9/2020) ternyata memiliki Program kerja yang patut di apresiasi dimana dr. Ulinnoha memiliki program prioritas dalam memimpin dinas kesehatan salah satunya menurunkan angka stunting sesuai dengan visi Bupati H.Sujadi dan wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi ,SE,M.Kom.,Akt,CA,CMA yaitu “Pringsewu berdaya saing ,harmonis dan sejahtera ” dan salah satu misinya yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM ) unggul dan berkarakter .

“Menurunkan angka stunting merupakan program prioritas di dinas kesehatan dengan visi Bupati dan wakil Bupati Pringsewu yaitu Pringsewu berdaya saing dan sejahtera” ujar kadis Kesehatan dr. Ulinnoha kepada wartawan diruang kerjanya Kamis(01/09/2020)

Dikatakan kadis kesehatan dr. Ulinnoha Kabupaten Pringsewu pada tahun 2021 nanti akan menjadi lokus untuk kegiatan penurunan angka kematian ibu dan bayi serta stunting berdasarkan
keputusan Mentri Perencanaan Pembangunan nomor :42/M.PPN/HK/04/2020 tentang penetapan perluasan kabupaten /kota lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi 2021 dan merupakan salah satu sasaran pokok rencana pembangunan jangka menengah nasional (RP JMN) 2020 – 2024 meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu dan anak berdasarkan data dan hasil entry E.PPGBM (aplikasi kemenkes) prevalensi stunting tahun 2019 di kabupaten Pringsewu yaitu 2.142 balita (8,72 persen)

Lanjut Kadis kesehatan dr. Ulinnoha stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak-anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak tersebut terlalu pendek dalam usianya dan akan nampak pada anak setelah usianya 2 tahun

“Kasus stunting atau biasa disebut kerdil pada balita akibat kekurangan gizi kronis dan insfeksi berulang terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan terhadap balita dan janin hingga anak berusia 23 bulan dimana kondisi gagal tumbuh balita disebabkan karena asupan kurang gizi dan adanya insfeksi berulang dan ini semua dipengaruhi oleh pola asuh” terang Dr. Ulinnoha .

Menurut Kadis Kesehatan dr. Ulinnoha secara fisik kondisi stunting dapat dilihat dari pertumbuhan tinggi badan per umur yang tidak sesuai dengan standar pertumbuhan yang seharusnya.akibat terburuknya adalah perkembangan dan pertumbuhan otak anak sehingga kecerdasan anak tidak maksimal yang tentu saja akan menimbulkan masalah secara sosial yang bisa mempengaruhi masa depan serta produktifitas anak tersebut

Kadis kesehatan dr. Ulinnoha menyampaikan persoalan stunting ini menurutnya bukan hanya urusan dinas kesehatan saja,tetapi juga lintas sektoral harus ikut berjuang dalam persoalan stunting karena Tampa sinergi dan peran serta lintas sektoral maka stunting mustahil bisa turun,kebijakan bidang kesehatan dalam penurunan stunting ada dua paktor yaitu penanganan spesifik dimana sebesar 30 persen merupakan tanggung jawab bidang kesehatan dan penanganan sensitif yang 70 persen merupakan tanggung jawab lintas sektoral .

“Sehatkan Ibu Hamil Untuk melahirkan Generasi Cerdas dan Menuntaskan Stunting di Kabupaten Pringsewu ini merupakan program yang perlu dukungan dari lintas sektoral kabupaten Pringsewu benar benar bisa bebas stunting “pungkasnya.

Kadis Kesehatan Kabupaten Pringsewu dr. Ulinnoha. (Wagiman)