PMD & Inspektorat Lamsel Akan Panggil Kades Sinarrejeki Terkait Dugaan Rekayasa SPJ DD

LAMSEL tirasnusantara.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) memastikan akan memanggil Kepala Desa (Kades) Sinarrejeki, Kecamatan Jati agung berinisial (DR) terkait adanya dugaan rekayasa SPJ dana desa (DD) TA 2018 dan 2019.

Kepala bidang Pengelolaan Keuangan Desa DPMD Lamsel M.Iqbal Fuad menyebut pemanggilan akan dilakukan untuk meminta keterangan dari DR, “Secepatnya akan kita panggil, tapi akan saya koordinasikan terlebih dahulu dengan Kepala dinas,” kata Iqbal, Senin (19/10).

Dirinya mengapresiasi kinerja media yang telah mengekspose dan melaporkan temuan hal itu kepada DPMD, “Terima kasih atas kerja sama rekan-rekan media yang sudah berkordinasi menyampaikan temuanya kepada kami, saya apresiasi karena telah menjalankan sosial kontrolnya,” tuturnya.

“Pemerintah dan media memang harus selalu bersinergi agar dapat membangun dan memajukan daerah, harapan saya selalu dapat bersinergi,” timpalnya lagi.

Terpisah, Irban 5 Inspektorat Lamsel, Khairul Anwar Ibrahim menuturkan pihaknya akan ‘cross check’ ke desa yang dilaporkan untuk memastikan, “Nanti akan kita pangil Kadesnya, namun sebelumnya kita cross check ke lokasi terlebih dahulu untuk memastikan,” ucapnya.

Sebelumya telah diberitakan, berawal dari adanya temuan awak media mengenai banyaknya rambat beton yang rusak didesa Sinarrejeki, padahal proyek yang dianggarkan lewat DD itu belum lama selesai dikerjakan. Kades Sinarrejeki (DR) yang dikonfirmasi awak media coba berkelit dan mengaku lupa nilai anggaran yang dikucurkan untuk proyek itu. Tidak hanya itu, DR juga mengaku lupa besar anggaran untuk program lainnya.

Hal ini terjadi setelah DR tak bisa menjawab pertanyaan wartawan seputar kegiatan dan anggaran TP PKK, Paud, Jambanisasi, Bumdes dan BLT-DD. Kebingungan DR berdalih dirinya lupa perihal DD tahun 2018 dan 2019 yang lalu, dan nominal yang dikucurkan untuk kegiatan tersebut, padahal saat itu DR didampingi oleh Kaur Kesra dan Kaur Perencanaan Desa Sinarrejeki, “Saya lupa mas berapa dana DD tahun 2018 dan 2019 yang lalu, dan berapa yang dikucurkan untuk kegiatan tersebut,” katanya.

Khawatir terekspose di media, DR meminta wartawan agar tidak mempublikasikan dan mempermasalahkan Desa Sinar Rejeki dengan mengiming-imingi sejumlah uang, ”Namanya manusia hal yang wajar kalau bersalah, Tolong di bantu lah, lebih baik kita bermitra,” pintanya.

DR, coba menyuap sejumlah wartawan yang melakukan konfirmasi perihal realisasi dana desa (DD) di desa tersebut yang disinyalir tidak sesuai bestek dan dugaan rekayasa SPJ.

Tidak hanya itu, wartawan juga merasa di intimidasi via telephon dengan kalimat tidak senonoh (maaf, Red-Kemaluan laki-laki) oleh oknum yang mengaku-aku sebagai Ketua Jati Agung Bersatu. diduga oknum tersebut sebagai orang suruhan DR.

Oknum tersebut merasa tidak terima, karena menurut dia, wartawan yang melakukan peliputan di wilayah Kecamatan Jati Agung harus melalui izin dan sepengetahuan darinya, “Saya Ketua Jati Agung Bersatu, kalau mau masuk wilayah saya ngomong dulu sama saya,” katanya dengan nada kasar.
“Saya paling males ngomong lewat telephon, kamu dimana,” bentaknya lagi.

Data yang berhasil di himpun media ini, diketahui, anggaran DD di Desa Sinarrejeki pada TA 2018 lalu sebesar, Rp.959.402.143, yang dicairkan lewat tiga tahap, dengan rincian tahap satu sebesar Rp 191.880.429,
tahap kedua Rp 383.760.857, dan tahap ketiga Rp 383.760.857.

Sementara dalam pelaksanaanya disinyalir tidak sesuai bestek dan dugaan rekayasa SPJ yang dilakukan oknum Kades. (Riyanto)