Pilkada 2020 Ajang Putra-Putri Terbaik Way Kanan Untuk Berfastabiqul Khoirot

Sigit Dwi Suwardi, S. Pd (Sekertaris PDPM Way Kanan)

WAY KANAN tirasnusantara.com – “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka apa bila jikalau mati, apakah mereka akan kekal (Q.S Al-Anbiya : 34)

Mengutip Ayat diatas dapat bersama kita pahami bahwa didunia ini tidak ada yang kekal/abadi, begitu pula dengan Jabatan/Kekuasaan.

Demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang ada di Indonesia menjelaskan bahwa yang mengatur kekuasaan politik negara (Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif) itu melalui Pemilu, baik langsung maupun tidak langsung.

Awalnya Pemilu kita hanya untuk memilih DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, namun setelah amandemen keempat (4) UUD 1945 pada tahun 2002 maka pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang semula dilakukan oleh MPR, berubah menjadi dipilih langsung oleh rakyat. Sehingga pada tahun 2004 pertama kalinya kita memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung, pada tahun 2007 pun berdasarkan UU Nomor 22 tahun 2007 Pemilihan Kepal Daerah dan Wakil Kepala Daerah juga kita lakukan secara langsung oleh rakyat yang sudah mempunyai hak memilih.

Kabupaten Way Kanan yang telah dua (2) kali (2010 dan 2015) mengalami pemilihan langsung untuk Bupati dan Wakil Bupati. Tahun depan tepatnya pada 23 September 2020 masyarakat Way Kanan akan melakukan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati secara langsung untuk ketiga (3) kalinya.

Hal ini menunjukan bahwa pemilihan Bupati dan Wakil Bupati secara langsung oleh masyarakat Way Kanan sudah tidak asing lagi terkecuali bagi mereka yang masuk dalam kategori pemilih pemula.

Calon-calon Bupati dan Wakil Bupati Way Kanan yang selama ini tampil pun merupakan putra-putri terbaik yang yang sudah pasti memiliki tujuan yang baik untuk Bumi Ramik Ragom, Way Kanan yang kita cintai ini. Oleh sebab itu, jangan sampai nanti di Pilkada Way Kanan 2020 hadir pihak-pihak yang ingin merubah Way Kanan kearah yang tidak baik.

Perbedaan merupakan keberagaman yang terbingkai dalam wadah besar bernama Demokrasi yang kita anut. Jadi wajar saja bila terjadi perbedaan pandangan politik, akan tetapi jangan sampai kita terus menebalkan perbedaan serta menghilangkan kesamaan-kesamaan kita dalam kebaikan.

“Repotnya kita inikan, jangankan perihal Benar atau Salah, perihal yang sama-sama benar saja terkadang suka kita perdebatkan”.

Ini hanya perkara sudut pandang yang kita gunakan dan bagaimana cara kita didalam bersikap.

Dalam kancah perpolitikan Nasional kita telah diperlihatkan/dicontohkan oleh Bapak Prabowo dan Joko Widodo, yang telah berlawanan selama dua (2) kali pemilihan Presiden (2014 dan 2019). Namun Pasca Pilpres 2019 ini mereka bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju. Hal tersebut demi kepentingan kebangsaan, bukan mementingkan kepentingannya pribadi maupun ego masing-masing.

Saya memiliki keyakinan bahwa bakal calon-bakal calon Bupati maupun Wakil Bupati Way Kanan yang mulai bermunculan merupakan putra-putri terbaik yang ingin berbuat baik untuk Kabupaten Way Kanan mendatang. Jadi Pemilihan Bupati dan Wakik Bupati Way Kanan tahun 2020 mendatang merupakan ajang adu visi-misi, adu ide/gagasan dan juga program kerja, bukan ajang penuh cacian, penuh makian dan juga kebencian.

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Way Kanan tahun 2020 merupakan sarana bagi para calon untuk Berfastabiquk Khoirot (Berlomba-lomba dalam kebaikan). Menjadi penting karena kita bukan sekedar ingin tahu siapa pemenang di tanggal 23 September 2020 itu, melainkan bagaimana Kabupaten Way Kanan 5 tahun yang akan datang.

Usia ke 20 tahun bagi Kabupaten Way Kanan apa bila diibaratkan kehidupan manusia adakah masa-masa remaja, jangan sampai diusia remaja ini Way Kanan salah asuh, salah rawat dan juga salah arah.

Seyogyanya diusia remaja ini pertumbuhkan terjadi secara pesat. Karena remaja/pemuda/i itu waktunya banyak berbuat dan banyak bermanfaat.

Jika sudah tiba waktunya nanti (tahapan-tahapan pemilihan) Bupati dan Wakil Bupati Way Kanan dimulai, diharapkan semua bakal calon yang ada dapat mentaati regulasi hukum yang sudah diatur baik dalam undang-undang pemilu/pemilihan maupun peraturan-peraturan yang dibuat oleh KPU dan Bawaslu.

Berikan contoh/tontonan bagi masyarakat Way Kanan yang dapat dijadikan tuntunan. Ibarat dunia perdagangan bakal calon adalah penjual dan pemilih sebagai pembeli, maka para pedagang juallah hal-hal yang baik, jangan pedang menjual barang yang tidak baik bahkan melakukan kecurangan untuk mengelabuhi pembeli.

Jika hal tersebut terjadi maka jabatan yang didapat nantinya bukan membaea berkah namun bisa jadi menjadi musibah. Bagi para pembeli/ pemilih, janganlah mau membeli barang yang tidak baik, karena 5 tahun kita akan merasakan/memanfaatkan yang sudah kita pilih itu.

Terakhir saya ucapkan banyak terimakasih kepada para pembaca, dan mari mulai berbicara yang baik-baik, agar keharmonisan, kerukunan umat beragama, suku dan golongan yang sudah terbingkai dalam Ramik Ragom ini dapat terus berjalan. (Wagiman/Ratu)