Peratin Pekon Gedau Diduga Gelapkan Ganti Rugi Tanah Kuburan

KRUI tirasnusantara.com – Pemimpin yang amanah menjadi idaman masyarakat untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan dengan penuh kedamaian.
Namun tidak semua pemimpin yang sudah mendapatkan mandat masyarakat itu bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik dan benar.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Nursiwan oknum Peratin Pekon Gedau Kecamatan Pesisir Utara Kabupaten Pesisir Barat, yang diduga kuat telah menggelapkan uang ganti rugi tanah pemakaman umum (kuburan) pekon setempat.
Pasalnya pada tahun 2017 yang lalu ada program pelebaran jalan nasional (jl. Lintas Barat) di Pekon Gedau, yang memperoleh ganti rugi terhadap tanah dan bangunan yang terkena dampak dari pelebaran itu.
Salah satunya tanah pemakaman umum (kuburan) Pekon Gedau yang sudah dirabat beton berikut dengan tangga naik kelokasi pemakaman, ikut digusur dengan memperoleh dana ganti rugi lebih kurang sebesar Rp. 44.000.000,- (Empat Puluh Empat Juta Rupiah).
Uang ganti rugi tersebut harapan masyarakat untuk membangun kembali akses jalan menuju pemakaman umum, namun sudah berganti tahun ditunggu – tunggu dengan penuh kesabaran tidak juga kunjung dibangun oleh Peratin.
Hal demikian diungkapkan “D” salah satu masyarakat Pekon Gedau saat berkunjung dikantor biro tirasnusantara.com di Krui (18/2).
Masih lanjut “D”, “Kami masyarakat sudah menunggu dari tahun 2017 yang lalu hingga saat ini belum juga kunjung dibangunkan dari uang hasil ganti rugi ditanah kuburan itu.
Jalan akses masuk kuburan itu cuma satu – satunya tidak ada perlintasan lain, artinya jalan masuk dan tangga itu sangat diperlukan, kenapa tidak dibangun padahal uang sudah ada bukan minta dibangun dari uang pribadi Peratin.
Janganlah makan uang tanah wakaf masyarakat, kan sudah ada Dana Desa (DD) yang bisa diolah alih, kami masyarakat tau itu, tapi kami tidak akan usil jika tidak mengusik ketentraman hidup bermasyarakat, tapi masalah ini kami anggap sudah mengusik perasaan orang banyak maka kami angkat bicara, ” Paparnya.
Bukan hanya itu, ada juga salah satu warga kami yang bernama Pardi, beliau juga sampai pindah domisili dari Pekon Gedau karena perasaannya ikut terusik disebabkan uang ganti rugi tanahnya lebih kurang sebesar Rp. 18.000.000,- (Delapan Belas Juta Rupiah), namun yang diberikan Peratin cuma lebih kurang sebesar Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) kepadanya.
Berkaitan dengan hal itu, kami masyarakat sangat berharap Peratin bisa menjalankan amanah dengan baik, dan kepada instansi terkait cobalah jangan tutup mata tutup telinga, pekalah terhadap persoalan dan keluhan masyarakat, tegakkan hukum dengan adil tanpa pandang bulu. “Pintanya.
Siswanto selaku bendahara Pekon Gedau saat dikonfirmasi oleh team tirasnusantara.com mengatakan, terkait dengan persoalan itu nantilah bicarakan lagi.
“Jadi kalo terkait persoalan itu nanti – nantilah kita bicarakan lagi, tidak perlu kita bicarakan hari ini, “Kilahnya.
Sementara Nusirwan selaku Peratin Pekon Gedau dihubungi melalui telpon pribadinya dinomor 0852677665xx mengatakan, masalah ganti rugi itu belum ada sampai saat ini dari pihak PU pusat.
“Kalau masalah ganti rugi itu belum ada sampai saat ini dari pihak PU pusat, dan sebenarnya masalah ini sudah selesai obrolan dengan warga, dan in syaa Alloh tahun 2020 ini akan segera dibangun jalan akses tersebut. “Janjinya.  (Roso/Edo/DN/team)