Pengurus BUMDes Kerbang Langgar Diduga Habiskan Modal Dan Hasil Usaha

KERBANG LANGGAR tirasnusantara.com – Realisasi dana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Pekon Kerbang Langgar Kecamatan Pesisir Utara yang bersumber dari Dana Desa (DD) sebesar Rp. 150 juta tahun 2018, diduga bermasalah.

Pasalnya, dana sebesar itu diduga dibelikan mobil oleh ketua BUMDes setempat, tanpa melalui prosedur maupun regulasi yang mengikat, sehingga terkesan mobil yang sudah dibeli hanya dijadikan sebagai kendaraan pribadi ketua saja.

“Harusnya kan uang Rp.150 juta yang dibelikan mobil itu terlebih dahulu dipertimbangkan azaz manfaatnya, agar usaha yang diharapkan oleh masyarakat itu bisa berjalan dan mendapatkan keuntungan bagi kelangsungan usaha, bukan malah sebaliknya, “Ujar CS selaku masyarakat setempat kepada team tirasnusantara.com (29/5).

Menurut sumber tersebut, pengelola Bumdes Pekon Kerbang Langgar seharusnya sudah memiliki program-program yang rencananya dibiayai dana itu, jangan asalan menentukan usaha.

Pembelian kendaraan (mobil) sebetulnya tidak pas dengan keinginan masyarakat, namun ini kesannya cuma dipaksakan untuk kepentingan segelintir kepentingan saja.

“Meski begitu, kalau pembelian mobil oleh pengelola bertujuan sebagai modal usaha, pergunakanlah dengan maksimal dan transparan, karena mobil itu nantinya bisa dijadikan aset berkepanjangan.

“Ingat yang dihabiskan itu uang Negara, bukan kalau hasil usaha sendiri, jadi akibat hukum bila nanti ada temuan oleh pihak terkait, maka wajib dipertanggung jawabkan. “Ucapnya.

Terkait ini, mantan KAUR Keuangan Sahroni, memberikan tanggapannya bahwa pada tahun 2018 sudah diserahkan kepada pengelola BUMDes uang sebesar Rp. 150 juta sebagai modal usaha.

“Pada tahun 2018 yang lalu pemerintahan Pekon sudah menyerahkan kepada pengelola BUMDes uang sebesar Rp. 150 juta sebagai modal usaha, kalau pun dibelikan mobil itu bukan arahan kami, akan tetapi prakarsa dari pengurus itu sendiri.

Kalau pun ditemukan adanya kesalahan, maka itu tanggung jawab pengelola bukan kami selaku pemerintahan pekon. “Jelasnya.

Sementara itu, ketua BUMDes Pekon Kerbang Langgar Eka Putra, saat dihubungi melalui sambungan telpon mengakui bahwa memang benar adanya penyertaan modal BUMDes tahun 2018 sebesar Rp. 150 juta.

“Iya benar ada penyertaan modal BUMDes Pekon Kerbang Langgar tahun 2018 sebesar Rp. 150 juta, namun uang tersebut sudah kami gunakan untuk membeli 1 unit mobil Rp. 100 juta, sedangkan yang Rp. 50 juta nya kami belikan leptop dan keperluan kantor lainnya.

“Setelah mobil dibeli tidak ada masyarakat yang menggunakan jasa dari BUMDes, sehingga wajar kalau saat ini saldo kami sebesar Rp. 0 rupiah, jadi kalau mobil ini mau diambil tidak masalah nanti saya kasihin.

“Kami bukan tidak mau usaha, tapi masyarakat tidak menggunakan fasilitas yang ada, meskipun ada yang menggunakan mobil BUMDes tetapi gratis tidak ada yang memberikan uang. “Kilahnya (Roso/Yahman/team).