Penganiyaya Wartawan Damai, Melukai Perasaan Jurnalis Lampung

Bandar Lampung (22-03-2020 )”Sangat disesalkan sikap yang diambil kedua belah pihak ( Efrijal dan Herman ), menurut saya perdamaian yang tidak melibatkan semua organisasi pers yang menuntut keadilan sangat tidak bijak, karna persoalan penganiyayaan wartawan yang melibatkan Efrijal bukan hanya melukai perasaan dirinya pribadi melainkan melukai perasaan Wartawan dan LSM Se Provinsi Lampung bahkan Se Indonesia”

Forum Pers Independent Indonesia (FPII) merupakan garda terdepan membela Jurnalis, jadi ketika ada intimidasi atau penganiyayaan terhadap jurnalis sudah menjadi komitmen FPII untuk membela ataupun mendorong Proses hukum terhadap pelaku, Tidak perduli Jurnalis diluar anggota FPII.

Sebelumnya ( 21-03-2020 ) tersebar kabar melalui group wast App Efrijal sudah mengambil sikap dan berdamai dengan Herman sang Eksekutor pemukulan dengan nilai uang perdamaian sejmlah 50 juta.

Terkait kebenaran informasi tersebut sampai saat ini belum didapat informasi dari kedua belah pihak.
Tetapi yang jelas menurut Aminudin Pihak nya tetap mendorong pihak penegak hukum untuk melanjutkan proses hukum serta mengungkap dalang penganiyayaan tersebut.

“Yang jelas bila benar sudah ada perdamaian, akan tetapi tidak menggugurkan proses hukum. Kami FPII akan terus mendorong pihak kepolisian daerah Lampung Utara untuk melakukan proses hukum terhadap Herman dan meminta penegak hukum mengungkap siapa dalang dari penganiyayaan Wartawan tersebut” jelas Aminudin