Pembangunan Rehap Bendungan Way Mendati Pekonmon Terancam Gagal Jadi

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Hari ini senin 23 september 2019 Agota dewan pesisir barat bersama camat ngambur di dampingi kepala pekon pekonmon meninjau pembangunan rehap bendungan irigasi di pekon pekonmon kecamatan ngambur kabupaten pesisir barat lampung yang terancam gagal jadi .

Jenis pekerjaan rehap tagul bendungan yang jebol akibat banjir sekitar November 2018 lalu, rehap tagul bendungan irigasi bersumber dari agaran APBD pesisir barat 2019 yang di laksanakan oleh CV ARASY JAYA KONTRUKSI dengan nilai dana Rp. 660.542.924.22. Masa kerja 180 Hari dihitung dari 19 juni 2019.

Ketika penijauan yang di lakukan oleh salah satu agota dewan di dampingi camat beserta kepala pekon setempat pekerjaan rehap belum menunjukan hasil yang berberarti untuk kategori jadi atau siap oprasi sebagai mana mestinya sebagai pengairan irigasi.

Piddinuri selaku Agota dewan yang turun langsung mengatakan kepada media pekerjaan ini semestinya sudah hampir jadi tapi ini 50% saja belum padahal cuaca sangat mendukung, menurut saya pelaksana pembangunanya kurang provesional sehingga sangat di kawatirkan rehap terancam gagal tidak sesuai harapan. Piddinuri red (agota dewan dari praksi PDI P ) juga meminta kepada camat dan kepala pekon untuk bersinergi untuk berkordinasi dan mengawasi kegiatan rehap bendungan irigasi karna menurut nya bangunan itu sangat kruisial terhadap kebutuhan para petani sawah di likup pekonmon tutupnya.Dilokasi yang sama camat ngambur Sarhidi melalui media ini menyampaikan tagapan, menurut saya agaran bangunan rehap tanggul ini terlalu minim sehingga terkesan pelaksanaanya Asal jadi kalo melihat dana yang tertera di papan informasi kegiatan dan saya berharap alokasi dananya bisa di tambah karna melihat fungsi daripada bendungan itu sangat penting untuk kelangsungan lancarnya kegiatan sektor pertanian pungkas sarhidi (camat ngambur)

Selaku kepala pekon pekonmon Arwansyah juga menanggapi terkait pembangunan rehap tanggul bendungan irigasi di wilayah nya, menurut Arwansyah sekitar beberapa hari yang lalu kondisi bangunan rehap itu sudah mencapai 80% entah mengapa tiba tiba bangunan itu ambruk sehingga rusak total seperti semula sebelum di bangun kemungkinan ada kesalahan tehnis tuturnya, dengan kondisi yang seperti sekarang ini kami kawatir sampai musim tanam padi sawah tiba bendungan irigasi belum jadi.
Irigasi bendungan tersebut sangat di nanti oleh masarakat pekonmon guna pengairan sawah kurang lebih 467 hektar pungkas Arwansyah kepala pekon pekonmon. (Roso/team)