Pembangunan Perpusda Bandung Barat Gagal Lelang

NGAMPRAH tirasnusantara.com – Pembangunan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bandung Barat di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua tertunda akibat gagal lelang. Padahal, proyek pembangunan ini mendapatkan Dana Alokasi Khusus dari pusat sebesar Rp 10 miliar.

Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung Barat Rahadian Setiady mengatakan, pembangunan gagal dilakukan lantaran para peserta yang mengikuti proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) tidak memenuhi kriteria persyaratan. “Karena hal ini, mau tidak mau pembangunan perpusda tahun ini tidak bisa dilakukan,” katanya, Rabu 7 Agustus 2019.

Jika dilelang ulang, lanjut dia, hal itu tidak memungkinkan akibat keterbatasan waktu mulai dari proses hingga pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian, dia berharap agar pembangunan bisa direalisasikan tahun depan.

Menurut Rahadian, pihaknya sudah melakukan berbagai tahapan untuk merealisasikan anggaran pembangunan Perpusda. Itu mulai dari penentuan lokasi, detail engineering design (DED), hingga lelang terbuka di Unit Layanan Pengadaan Lembaga Pengadaan Secara Elektronik KBB.

“Adanya dana dari pusat ini sebetulnya sangat membantu pembangunan perpusda. Sebab saat ini, KBB belum punya gedung perpusda,” katanya.

Rencananya, gedung Perpusda akan dibangun di Desa Kertawangi dekat objek wisata Curug Pelangi. Lokasi di lahan aset pemerintah daerah tersebut juga sudah melalui kajian analisis dampak lingkungan.

Gedung tersebut akan dibangun dua lantai, dengan lantai 1 dan sebagian lantai 2 akan diisi dengan koleksi buku. Sementara itu, di lantai 2, juga akan ada ruang serbaguna, kafe, dan taman.

“Dengan berdirinya gedung Perpusda nanti, kami berharap agar minat baca masyarakat Bandung Barat lebih meningkat seiring dengan adanya berbagai fasilitas yang disediakan,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk terus menumbuhkan minat baca, pihaknya juga terus memberikan bantuan berupa koleksi buku terhadap sejumlah taman baca masyarakat (TBM) dan perpustakaan desa. Selain itu, ada juga bantuan dari provinsi berupa Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) di Lembang.

Menurut Rahadian, kolecer di Lembang dibuka setiap hari dan kini sudah banyak dikunjungi warga. Mereka cukup antusias membaca buku-buku koleksi yang tersimpan di perpustakaan mungil tersebut.

“Selain itu, tahun ini kami juga memberikan bantuan berupa buku dan raknya untuk melengkapi pojok baca di 54 Kampung Keluarga Berencana,” tuturnya. (Dodi Egi BR)