Panwascam Impor, PM3L Protes Keras

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Keputusan Bawaslu Pesisir Barat menerima anggota panwascam yang bukan domisili setempat atau impor mendapat protes keras dari kalangan mahasiswa dan pemuda, terutama di Kecamatan Lemong.

Ketua Persatuan Mahasiswa Muli Mekhanai Kec. Lemong (PM3L), Febrian Nanda pratama menyayangkan atas keputusan Bawaslu Pesibar yang mengimpor anggota panwascam.

Seperti diketahui salah satu anggota Panwascam bernama Bambang Apriansyah di Kec. Lemong diketahui tidak berdomisili di Kec. Lemong, melainkan tinggal di Kec. Pesisir Utara.

Bambang diduga kuat saudara dekat salah satu komisioner Bawaslu Pesibar,  Abd. Kodrat yang disenghaja diimport dari kecamatan tempat adik kandungnya mendaftar.

“Keputusan impor panwascam ke kecamatan kami (Lemong) perlu dipertanyakan kepada Bawaslu Pesibar. Karena keputusan tersebut sangat melukai kami, terutama kami kaum pelajar. Apakah memang didaerah kami tidak ada orang yang berkompeten, atau seperti apa. Jangan mentang-mentang masih berkuasa dan seenak jidatnya memasukan saudaranya ke panwascam,” kesal mahasiswa UIN Bandarlampung, Jum’at (20/12).

Nanda meminta, Bawaslu Pesibar untuk diberikan sanksi dan melakukan rekrutmen ulang anggota panwascam.

“Bisa kita bayangkan jika satu keluarga besar atau kepentingan keluarga saja yang diakomodir sebagai anggota panwascam,  gimana mau pilkada bersih. Bagaimana mau mengawasi peserta pemilu dan KPU, ” ungkap dia.

Keputusan Bawaslu Pesibar yang mengakomodir mayoritas kepentingan keluarga membuat heboh masyarakat sai bathin dan kaum ulama ini. Keputusan tersebut diduga melanggar kode etik penyelenggara dalam bersikap dan bertindak. (Wagiman/Roso/team)