Oknuk Guru AZ Diduga Melakukan Kekerasan Terhadap Peserta Didiknya

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Kembali terjadi dugaan tindak kekerasan oleh oknum guru AZ terhadap peserta didiknya W, peristiwa tersebut terjadi di SMP 1 Kecamatan Ngaras Kabupaten Pesisir Barat.

Adapun kronologi kejadiannya, bermula pada hari jumat pagi oknum guru “AZ” Melakukan tugasnya sebagai guru (memerintah para siswa/siswi, untuk berbaris). Dengan membawa sepotong bambu bulat, berukuran panjang lebih kurang 120 cm,sebagai alat untuk menakut-nakuti para siswa/siswi agar segera melakukan baris, sesuai perintah oleh guru “AZ”.
Namun rupanya bambu tersebut, bukan dijadikan alat untuk sekedar menakut-nakuti para siswa saja, bahkan bambu tersebut benar-benar di gunakan oleh oknum guru ” AZ” untuk memukuli seorang siswa (WA), sehingga siswa tersebut jatoh karna tak tahan menahan rasa sakit di kaki kanan nya. Kemudian mirisnya ulah oknum guru (AZ) seakan tak ber dosa, siswa tersebut ditinggalkan begitu saja, sehingga para siswa yang membantu (WA) Untuk berdiri.

Selang beberapa menit dari kejadian, siswa korban kekerasan (WA), di bawa oleh teman (R)untuk pulang, sesampai nya di rumah (WA) menceritakan kejadian yang dialaminya di sekolah, kepada orang tuanya.

Dan orang tua siswa langsung membawa siswa korban kekerasan (WA) ke sekolahan dengan niat untuk menanya kebenaran atas laporan putranya, namun sesampainya di sekolah tempat dimana putranya di aniaya, pihak guru yang bersangkutan, berpisah membela diri, bahwa tidak mengaku, telah memukul, seperti apa yang disampaikan (WA) kepada orangtuanya, kemudian siswa korban kekerasan tersebut dibawa oleh orang tuanya ke polsek bengkunat,untuk menceritakan kejadian yang menimpa putranya yang dilakukan oleh oknum guru (AZ).

Namun polsek bengkunat dengan baik dan bijak memanggil oknum guru, untuk musyawarah secara kekeluargaan dan hasil dari musyawarah tersebut.
Oknum guru (AZ) mengakui atas apa yang telah di lakukan nya terhadap siswa (WA).
Dan orang tua siswa meminta pihak sekolah (kepala sekolah) bersama oknum guru (AZ) untuk hadir di rumah siswa(WA) , esok harinya, guna untuk memperjelas atas apa yang telah terjadi, sehingga nantinya tidak terjadi kesalah pahaman, dan oknum guru (AZ) menyanggupi atas apa yang sudah di sepakati.

Namun sampai saat ini, pihak sekolah (kepala sekolah) atau keterwakilan sekolah, tidak ada satupun yang hadir.
Dan dari pihak keluarga siswa korban kekerasan (WA), Merasa kecewa dan berupaya akan melanjutkan permasalahan ini, ke jenjang lebih.
Dan pihak keluarga siswa mengharap, kepada bupati pesisir barat dan dinas terkait, agar melakukan monitoring di sekolah bersangkutan, dengan tujuan, agar kejadian serupa, tidak. Terjadi lagi di dunia pendidikan pungkas orangtua Siwa. (Mus/Roso).