Ngaben Masal di Kampung Bali Shadar Selatan Kecamata Banjit

WAY KANAN tirasnusantara.com – Pelaksanaan Ngaben Masal ini tentunya akan lebih baik dari pada dilaksanakan sendiri-sendiri, yang akan mengeluarkan biaya yang sangat besar dan tenaga sangat banyak.

Ngaben masal juga memuat satu nilai penting lainnya yakni menumbuhkan semangat silaturahmi baik antar sesama Umat Hindu, maupun masyarakat dan pemerintah. Ruang seperti ini penting dan sangat strategis, selain bisa bertatap muka, dapat pula menjadi ajang sumbang saran, masukan dalam keberlanjutan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Kabupaten Way Kanan. Untuk itu Saya berharap agar upacara seperti ini harus terus dipelihara dan dipertahankan sehingga dapat menambah khasanah kebudayaan dalam membangun daerah kita.

Kabupaten Way Kanan dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku bangsa. Disamping penduduk asli Lampung Way Kanan, ada juga Suku Ogan, Semendo, Bali, jawa, Batak, Sunda dan sebagainya. Dengan beragam suku bangsa itu, tentunya mempunyai adat istiadat dan agama berbeda.

Namun demikian, hampir tidak pernah terjadi perselisihan. Ketenteraman tersebut tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan umat beragama yang telah berperan memelihara dan menjaga toleransi serta memelihara persatuan dan kesatuan antar sesama umat.

Keberagaman dan pluralisme merupakan salah satu anugerah dari Tuhan yang diberikan untuk daerah Kabupaten Way Kanan dan bangsa Indonesia. Memiliki keberagaman dan pluralisme merupakan salah satu potensi dan aset daerah yang harus dikelola dengan baik, dan bukan menjadi penghalang bagi kita bersama-sama didalam memajukan daerah tercinta.
Memupuk sikap toleransi dalam kebhinekaan yang sudah ada perlu terus ditingkatkan dan dilaksanakan untuk mencari titik persamaan bukan mencari perbedaan-perbadaaan yang mengarah kepada perpecahan.

Rasa aman di tengah-tengah masyarakat merupakan prasyarat bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan, rasa aman ini akan dapat terwujud bila sesama anggota masyarakat di Kabupaten Way Kanan yang senantiasa memiliki semangat persatuan dan kesatuan serta hidup rukun berdampingan.

Adanya perbedaan paham keagamaan tersebut jangan dijadikan konflik sebab ajaran agama adalah persoalan keyakinan yang tidak dapat dipaksakan dan merupakan hak mutlak yang harus dihargai dan dihormati, karena agama apa pun mengajarkan untuk hidup rukun di antara sesama manusia walaupun berbeda keyakinan. “Tutupnya. (Fery/Deny/Lukman)