Najamudin; Soal Pungutan PTSL Bisa Iya Bisa Tidak, Saya Bukan Malaikat

BANDAR LAMPUNG tirasnusantara com – Program pemerintah melalui PTSL itu bertujuan untuk membantu masyarakat dalam melengkapi dokumen terkait hak milik atas tanah.
Namun hal itu tidak demikian adanya yang menimpa masyarakat di Kelurahan Labuhan Ratu Raya Kecamatan Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung.
Pasalnya, masyarakat untuk mengurus program PTSL tersebut harus diberatkan dengan biaya yang cukup besar yaitu Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) untuk satu sertifikatnya oleh Pokmas setempat.
AM selaku masyarakat Labuhan Ratu Raya kepada team tirasnusantara.com (30/12) mengatakan, “Ditempat kami program PTSL itu masyarakat harus diberatkan dengan biaya yang cukup besar yaitu Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) untuk satu sertifikatnya, bahkan yang ironis lagi Masjid dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) pun dikenakan biaya oleh Pokmas, “Terangnya.
Najamudin selaku ketua Pokmas dikonfirmasi melalui sambungan telepon berkelit soal itu, bahkan ngotot kalo dirinya berbuat dengan tujuan untuk membantu masyarakat, terkait soal biaya itukan banyak yang diurus, dan saya ini bukan malaikat.
 
“Tunjukkan dan ajak ketemu dengan saya siapa sumbernya yang bicara itu, saya ini berbuat untuk membantu masyarakat banyak, kenapa mereka tidak berterima kasih.
“Kalo soal biaya sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) itu, bisa juga iya bisa juga tidak, dan perlu diketahui program PTSL itu banyak yang diurus tidak kalo mudah, dan saya ini masih manusia biasa bukan malaikat, “Tutupnya. (Riyanto/Ratu)