Maulazi; Dana BOS Pada SDN Sukarame Ngaras Penuh Dengan Misteri

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di kabupaten pesisir barat tahun 2019 syarat dugaan ada penyimpangan.
Hal tersebut diberitakan sebelumnya bahwa Maulazi, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN Sukarame kepada team tirasnusantara.com (14/1) mengatakan, sekolah yang ia pimpin hanya menerima dana BOS sebesar Rp. 38.000.000,- (Tiga Puluh Delapan Juta Rupiah) dikali empat tahap pencairan.
“Terus terang sekolah SDN Sukarame Ngaras ini hanya menerima dana BOS sebesar Rp. 38.000.000,- (Tiga Puluh Delapan Juta Rupiah) dikali empat tahap pencairan.
Artinya dalam satu tahun Sekolah Dasar Negeri Sukarame, hanya mendapatkan kucuran dana BOS sebesar Rp.1.52.000.000,- (Seratus Lima Puluh Dua Juta Rupiah) per tahun.
“Peserta didik kami di Sekolah Dasar Negeri Sukarame Ngaras ini berjumlah lebih kurang 246 siswa/siswi.
“Jumlah dana BOS yang diterima SDN Sukarame Ngaras dalam satu tahunnya sebesar Rp. 617.886,- (Enam Ratus Tujuh Belas Ribu Delapan Ratus Delapan Puluh Enam Rupiah) persiswa. “Paparnya.
Saat ditanya terkait mengapa dana BOS di Sekolah Dasar Negeri Sukarame Ngaras seperti itu, Maulazi hanya mengatakan itulah adanya, sebenarnya setahu saya tidak demikian jumlahnya.
“Saya tidak tau kenapa begitu, dan itulah adanya yang kami terima, karena kalau jumlah dana BOS dari pemerintah berjumlah Rp. 800.000,- (Delapan Ratus Ribu Rupiah) per siswa dalam setahun.
Untuk diketahui hanya Rp. 38.000.000,- (Tiga Puluh Delapan Juta Rupiah) itulah yang saya terima setiap termennya, “Tegas Maulazi.
Dengan adanya pemberitaan terkait celotehannya, Maulazi yang semula Kepala Sekolah SD Negeri Sukarame Kecamatan Ngaras Kabupaten Pesisir Barat saat ini sudah dimutasi kesekolahan lain.
Setelah tidak lagi di SDN Sukarame MAULAZI, S.Pd kembali membuat nyanyian terkait dana BOS yang pernah diterimanya.
“SDN Sukarame itu sebenarnya dizaman saya memimpin sebenarnya menerima aliran dana BOS itu sampai lima kali sebesar Rp. 38.000.000.- (Tiga Puluh Delapan Juta Rupiah). Itulah dana sesungguhnya yang kami terima sedangkan peserta didik kami sebanyak 246. Kalau ada yang misteri itu saya tidak tau, “Lirihnya dengan nada penuh rahasia.
Untuk perealisasian dana BOS yang khusus diperuntukkan membantu anak – anak didik yang dianggap kurang mampu, sepenuhnya sudah saya serahkan kepada bapak Habibi, beliaulah yang menangani terkait bantuan bidang kesiswaan. “Tutupnya. (Roso/Mus/team)