Masyarakat Desa Tanjung Harapan Bersyukur Ada Program PTSL

Lampung Selatan tirasnusantara.com,- Salah satu program Pemerintah yang menyentuh langsung kepada masyarakat adalah program Pengukuran Tanah Sistimatik Lengkap ( PTSL )

Hal ini yang dirasakan beberapa warga Tanjung Harapan Kecamatan Merbau Mataram.
Sebut saja salah satu nya Rahmat, dia sudah merasakan langsung dengan telah dibaginya sertifikat dirinya mendapat kemudahan untuk meningkatkan ekonomi keluarganya.

Dengan sertifikat rumah yang sudah jadi dirinya bisa mengajukan pinjaman kepada pihak Bank.

“Yang pertama saya berterima kasih kepada Pemerintah dengan ada nya program PTSL, selain itu saya pun berterima kasih juga dengan kepala Desa dan Pokmas Tanjung harapan, berkat program tersebut saya bisa menambah modal usaha dengan mengajukan pinjaman dari Bank dengan menjaminkan sertifikat saya tersebut” jelas Rahmat.

Di tempat terpisah Syarif mengatakan hal yang hampir sama dengan yang dikatakan Rahmat.

Menurut Syarif dengan Program PTSL secara atministrasi tanah bangunan tidak akan bermasalah. Dan dengan ada nya sertifikat menurutnya harga rumah dan bangunan bisa lebih tinggi.

“Banyak si keuntungan mas kalau sudah ada sertikat, pertama kepemilikan tanah kita jadi jelas dan harga jual tanah bangun bisa lebih tinggi” jelas Syarif.

Terkait biaya pembuatan sertifikat menurut bapak yang sehari- hari sebagai petani ini melilai relatif ringan dan tidak memberatkan.

Winarno mantan kepala Desa Tanjung Harapan membenarkan dimasa dirinya menjadi kepala desa, tahun 2017 desanya mendapat bantuan pemerintah pusat untuk pembuatan sertifikat melalui program PTSL.

Program tersebut sepenuhnya dikelola Pokmas yang melibatkan lebih kurang tujuh puluh anggota panitia. Dan menurutnya progran PTSL tersebut bisa terlaksana dengan baik dan tidak bermasalah.

Terkait ada isue Panitia pokmas menarik biaya pembuatan sertifikat melebihi aturan yang sudah ditetapkan Pemerintah, isue tersebut dibantah oleh Winarno.

Menurutnya Winarno , dirinya tidak terlibat langsung dalam pembuatan serifilat karna di kelola langsung oleh pokmas.
Masih menurut Winarno sebelum pembuatan sertifikat warga yang ingin membuat serifikat dikumpulkan Pokmas. Sehingga apa menjadi keputusan merupakan hasil musyawah warga yang ikut rapat guna kelancaran program itu sendiri. ( red )