Masyarakat Bangun Negara Laporkan Pengelola SPBU Ke Polsek Pesisir Selatan

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Masyarakat Pekon Bangun Negara Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat yang ada di sekitar SPBU secara tertulis telah melaporkan dugaan penyelewengan bahan bakar minyak jenis premium bersubsidi ke polsek pesisir selatan,

Surat laporan masyarakat yang di lampiri juga dengan bubuhan ratusan tandatangan yang merasa selama sepuluh bulan terahir ini masyarakat sulit untuk mendapatkan bahan bakar minyak peremium yang notabene disubsidi oleh pemerintah, karena diduga ada monopoli dari pihak pengelola SPBU sehiga masyarakat sekitar sulit untuk mendapat peremium/bensin yang bersubsidi, yang semestinya harga per satu liternya RP.6450 di SPBU, diduga adanya kongkalingkong pengelola, setiap masarakat yang datang ke SPBU untuk mengisi Bahan bakar premium motor R 2 nya sering mengalami kosong sehingga masarakat harus beli di pengecer dengan harga RP.10.000 perliter

Ketika team tirasnusantara.com menemui “F” salah satu masyarakat yang turut bertandatangan melaporkan dugaan tindak pidana yang di lakukan oleh pihak pengelola SPBU menjelaskan, “Dengan modus mengutamakan kelompok nelayan, yang diwakili oleh ketua kelompok nelayan sehingga dapat melakukan pengisian BBM peremium di SPBU tersebut dengan membawa derigen, dilakukan pada malam hari saat lalu lalang pengunjung SPBU telah sepi, dan masing masing pengecor dapetnya tidak sama tergantung lobi lobi kepada pengelola, Satu orang minimal 14 (empat belas) derigen isi 35 Liter Hingga 28 (dua puluh delapan) Derigen isi 35 liter per derigen rata rata per orang yang memiliki Surat nelayan “Paparnya.

“Bahkan ada beberapa orang yang memiliki surat nelayan satu orang bisa mendapatkan ratusan derigen setiap pengecoran di buka oleh pengelelola SPBU, pengelola mengadakan buka untuk pengecoran kadang dua kali dalam satu minggunya.

Terkait surat laporan masyarakat yang di tujukan ke polsek pesisir selatan team tirasnusantara.com coba konfirmasi ke kapolsek, namun kapolsek pesisir selatan sedang tidak ada di tempat, dihubungi lewat sambungan telfon seluler tidak bisa terhubung.

Anggota SPK polsek pesisir selatan yang berhasil ditemui membenarkan bahwa surat laporan tersebut sudah masuk, “Benar surat laporan sudah masuk melalui saya dan sudah saya serahkan ke kanit reskerim polsek pesisir selatan namun kami tidak bisa memberikan keterangan yang lebih silahkan tanyakan langsung ke kapolsek atau ke kanit reskerim, “Terangnya. (Roso/Mus/team)