Lurah Pidada Kecamatan Panjang Diduga Pungli PTSL dan Sporadik

PANJANG tirasnusantara.com – Program pemerintah tentang pembuatan sertifikat tanah melalui PTSL mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat, karena selama ini untuk memperoleh dokumen kepemilikan tersebut dirasakan sangat sulit, terutama nominal biayanya yang tidak terjangkau (mahal).

Saat ini harapan masyarakat itu hadir dengan adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Mentri, yaitu Mentri Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Menteri Dalam Negri, serta Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Dalam keputusan tersebut ditetapkan biaya untuk pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL di wilayah Provinsi Lampung sebesar Rp. 200.000,- (Dua Ratus Ribu Rupiah) untuk satu buku atau satu bidang.
Namun hal tersebut tidak demikian adanya yang terjadi di Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung, pasalnya ada indikasi Pengutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh Usman selaku oknum Lurah melalui Kelompok Masyarakat (Pokmasnya) yang dibentuknya.
“SL” selaku warga setempat kepada team tirasnusantara.com, mengatakan biaya pembuatan sertifikat melalui program PTSL tahun 2019 di Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang dirasa sangat memberatkan masyarakat dengan dipungut biaya  sebesar Rp. 600.000,- (Enam Ratus Ribu Rupiah) perbuku.
“Iya bang biaya pembuatan sertifikat melalui program PTSL tahun 2019 di Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang ini, dirasa sangat memberatkan bagi kami warga masyarakat dengan dipungut biaya  sebesar Rp. 600.000,- (Enam Ratus Ribu Rupiah) perbuku oleh Lurah melalui Pokmas.
Dan bukan hanya itu saja yang terasa sangat berat, mulai dari pembuatan sporadik pun kami sudah dipungut biaya yang cukup pantastis, yaitu sebesar Rp. 800.000,- (Delapan Ratus Ribu Rupiah).
Sungguh ini sangat menyakitkan kami selaku masyarakat kecil ditingkat bawah, padahal pemerintah pusat sudah berupaya meminimalisir beban itu, jadi apakah Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Aparatur Penegak Hukum lainnya tidak peka akan hal ini, “Paparnya.
Adi Suprapto selaku ketua Pokmas membenarkan bahwa untuk pembuatan sertifikat melalui program PTSL di Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang sebesar Rp. 600.000,- (Enam Ratus Ribu Rupiah), dan untuk sporadik sebesar Rp. 800.000,- (Delapan Ratus Ribu Rupiah).
“Iya benar untuk pembuatan sertifikat melalui program PTSL di Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang sebesar Rp. 600.000,- (Enam Ratus Ribu Rupiah) uangnya kami yang terima, dan untuk sporadik sebesar Rp. 800.000,- (Delapan Ratus Ribu Rupiah) itu, diambil langsung oleh pak Usman selaku Lurah. “Jelasnya.
Ditempat terpisah Sutrisno sebagai petugas penagihan uang sertifikat program PTSL tahun 2019 Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang, mengamini apa yang dikatakan oleh ketuanya Adi Suprapto.
“Bener itu mas apa yang dikatakan oleh ketua Pokmas itu, melalui kami uang sertifikat PTSL sebesar Rp. 600.000,- (Enam Ratus Ribu Rupiah), akan tetapi uang sporadik sebesar Rp. 800.000,- (Delapan Ratus Ribu Rupiah) itu, langsung dengan pak Lurah. “Tutupnya.
Usman selaku Lurah di Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung, terkesan menghindar saat disambangi dikantornya, dihubungi melalui sambungan telepon, mengatakan saya sedang sibuk pak coba hubungi langsung pokmasnya saja, “Kilahnya. (Lison/Ratu/team)