Lekat Hayati; Tanda Tangan Dipalsukan Karena Jurtul dan LHP Tidak Pernah Masuk Kantor

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Transparansi Dana Desa (DD) wajib dilakukan oleh pemangku kepentingan yang dalam hal ini Peratin beserta aparaturnya terhadap semua masyarakat untuk mengawasi agar realisasinya sesuai peruntukan.
Tapi yang terjadi di Pekon Sumur Jaya Kecamatan Pesisir Selatan malah cenderung sangat tertutup dan ada dugaan diperuntukkan memperkaya diri oknum bendahara pekon setempat.
Hal itu sesuai dengan keterangan Hapzon ‘Ain selaku Juru Tulis dan Sanwani sebagai ketua LHP (8/2), bahwa tanda tangan dan stempel dipalsukan oleh Muslim oknum bendahara Pekon Sumur Jaya untuk memuluskan gerak langkahnya dalam memanipulasi data dan laporan.
Disambangi dikediamannya Rahmat Peratin Pekon Sumur Jaya sedang tidak berada ditempat, hanya ada Lekat Hayati selaku ketua TP PKK yang menanggapi team tirasnusantara.com (11/2), dan membenarkan bahwa tanda tangan dan stempel itu dipalsukan karena yang bersangkutan jarang masuk kantor.
“Sebenarnya terkait soal tanda tangan dan stempel Juru Tulis dan ketua LHP itu wajarlah jika dipalsukan, karena setau saya yang bersangkutan itu jarang melaksanakan tugas apa lagi masuk kantor.
Jadi kalo tidak pernah nongol melaksanakan tugas dan masuk kantor, gimana mau meminta tanda tangan dan sebagainya, kewajiban sudah dilalaikan begitu tiba-tiba mempersoalkan orang yang bekerja, “Tutupnya. (Edo/Roso/team)