Lagi dan lagi, Puluhan Mahasiswa Komunitas Anti Korupsi Gelar Aksi Demo di Kantor Disdukcapil Kab. Kampar

Kampar, tirasnusantara.com – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Anti Korupsi Kabupaten Kampar, kembali Gelar aksi Demonstrasi / Unjuk Rasa di depan kantor Disdukcapil Kabupaten Kampar. Senin, (03/08/20).

 

Berdasarkan pantauan awak media dilapangan, Mahasiswa Komunitas Anti Korupsi Kabupaten Kampar tiba di kantor Disdukcapil Kampar pada pukul 09.30 Wib dan langsung melakukan orasi di depan kantor Disdukcapil Kabupaten Kampar. Tidak beberapa lama kemudian, rombongan Mahasiswa Anti Korupsi disambut baik oleh Kepala DinasDisdukcapil Kab. Kampar, Muslim, Sos, dan mengajak rombongan Mahasiswa Komunitas Anti Korupsi untuk mendiskusikan permasalahan tersebut keruangan kerjanya.

 

“Aksi tersebut buntut dari kekecewaan Mahasiswa Komunitas Anti Korupsi Kabupaten Kampar, sehubungan dengan adanya indikasi tuntutan masyarakat terhadap Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Disdukcapil) Kab. Kampar, yang terindikasi adanya keterlibatan oknum petugas Disdukcapil Kab. Kampar yang memuluskan permainan Calo yang terindikasi mendapatkan keuntungan dari kerjasamanya / menerima suap.

 

Seharusnya pejabat yang berwewenag dianggap lalai dalam kerjanya terkait penerbitan Kartu Keluarga ( KK), yang terindikasi data ganda yang mencoreng nama baik Kabupaten Kampar.

 

Menurut Ibnu Majah Abdullah, selaku Kordinator Mahasiswa Komunitas Anti Korupsi Kabupaten Kampar kepada awak media menyampaikan, tuntutan kita hari ini adalah bahwasannya, semalam ada informasi indikasi ada pendataan ganda. masyarakat hari ini minta Kadis Dukcapil Kabupaten Kampar supaya transparan dan terbuka kepada kita, siapa oknum pegawai di Dinas Disdukcapil yang membantu. Sehingga munculnya data ganda,” ungkapnya.

 

Selanjutnya dikatakan Ibnu, setelah kita nanti dapat data valid, kita akan berangkat ke kantor Pemda Kabupaten Kampar untuk bisa memberikan sanksi. Kemudian terkait yang disampaikan pak Kadis adanya seluruh pelayanan secara online, maka hari seluruh Pegawai Dinas Dukcapil Kampar untuk memberikan Bimtek kepada Desa. Setelah adanya Bimtek yang dilakukan oleh Disdukcapil ke Desa – desa, yang dituntut SK Bupati nantinya melayani masyarakat itu kita terima.

 

“Tapi hari ini musibah pandemi covid-19 kata pak Kadis, ini belum terlaksana. Maka kita meminta kebijakan ini di stop dulu. Kita berharap, di kantor Disdukcapil Kabupaten Kampar ini tidak ada lagi keluhan dari masyarakat Kabupaten Kampar,” imbuh Ibnu Majah lagi.

Lebih lanjut ditambahkan Ibnu Majah Abdullah, adapun tuntutan kami sebagai berikut :

1. Meminta kepada yang terhormat bapak Bupati Kampar, untuk membentuk Tim panitia khusus ( Pansus) untuk menyelidiki indikasi adanya keterlibatan oknum pegawai kantor Disdukcapil Kab. Kampar. Terkait adanya indikasi masyarakat menuntut Disdukcapil Kab. Kampar yang bermuara kepada adanya indikasi korupsi ( Suap – Menyuap) di kantor Disdukcapil Kab. Kampar.

2. Meminta kepada yang terhormat bapak Bupati Kampar, untuk memeriksa petugas yang berwewenang di dalam indikasi penerbita’an Kartu Keluarga ( KK) mulai dari petugas loket penerima, Kasi dan Kabid di Bidang penerbitan Kartu Keluarga. Karena Komunitas Anti Korupsi Mahasiswa Kab. Kampar mempunyai keyakinan Kepala DinasDisdukcapil Kab. Kampar adalah orang baik, yang menurut Komunitas Anti Korupsi Mahasiswa Kab. Kampar tidak terlibat.

 

3. Meminta kepada yang terhormat bapak Bupati Kampar, untuk memberhentikan oknum petugas yang terlibat didalam permasalahan di atas.

 

4. Meminta kepada yang terhormat bapak Bupati Kampar, untuk mengevaluasi jabatan Kasi, Kabid penerbita’an Kertu Keluarga ( KK) yang ada di kantor Disukcapil Kab. Kampar. Karena dianggap tidak becus setelah permasalahan di atas mencuak,” ungkap Kordinator Mahasiswa Komunitas Anti Korupsi. ( Tim)