KWh Meter dan Ambulance Berstatus Pinjam Pakai

LIWA tiarnusantara.com – Dengan mempertimbangkan surat resmi dari Pemda Pesisir Barat dan Perusahaan Listrik Negara (PLN), maka sebanyak 332 KWh meter dan satu unit ambulance, sebagai BB dari dugaan kegiatan usaha jasa penunjang tenaga listrik tanpa izin dan pungutan liar pada program listrik bersubsidi di Pesisir Barat berstatus dipinjam pakaikan oleh penyidik Polres Lambar.

Kasatreskrim Polres Lambar AKP Made Silpa Yudiawan, SIK., mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Hariyado, SIK, MH., melalui Kanit Tipidter Ipda Juherdi mengungkapkan, dengan mempertimbangkan kebutuhan dimasyarakat, maka surat permohonan yang diterima baik dari Pemkab dan PLN sepenuhnya dikabulkan.

“Surat permohonan dari Pemkab dan PLN agar KWh Meter itu bisa diserahkan untuk dipasang, sudah dikabulkan dengan statusnya pinjam pakai, mobil ambulance kepunyaan salah satu Pekon di Ngambur pun begitu juga.

Jadi, dengan adanya status KWh meter dan ambulance pinjam pakai itu, maka sewaktu-waktu dibutuhkan, nanti akan kembali diambil oleh penyidik.

“Ini statusnya cuma dipinjam pakaikan dan kasusnya kan sekarang masih dalam tahap penyidikan, kalau pun nanti BB itu diperlukan, maka akan kami ambil lagi untuk kepentingan proses hukum, ”Jelasnya.

Namun walau pun penyidik belum menetapkan siapa jadi tersangka, akan tetapi penyidik sudah mengirimkan SPDP kepada Kejaksaan Negeri Lampung Barat. (Yahman/team)