Kuasa Hukum Kiyau Kecewa, Laporan Anak Hilang di Unit PPA Sat Reskrim Polres Kampar Belum Temui Titik Terang

Kampar, tirasnusantara.com – Terkait laporan pengaduan atas nama Kiyau pada 23 Juni 2021 lalu di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) SAT Reskrim Polres Kampar, tentang anak hilang inisial FIW (15) warga Jl. Datuk Tabano RT 004 RW 003 Kelurahan Bangkinang, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Hingga sekarang belum temui titik terang.

 

Menurut Kiyau selaku ayah kandung FIW sekaligus pelapor didampingi salah seorang Kuasa Hukumnya, Gazalba Putra, S.H. kepada awak media menjelaskan kronologisnya, bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana melarikan anak di bawah umur yang diketahui pada Sabtu, 19 Juni 2021 sekira pukul 09.00 Wib di Jl. Datuk Tabano RT 004 RW Kelurahan Bangkinang, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, sebagai mana dimaksud dalam rumusan pasal 332 KUHP yang diduga dilakukan oleh J terhadap FIW.

 

“Saya selaku orang tua kandung korban merasa keberatan dan tidak senang atas perbuatan yang telah dilakukan oleh J tersebut, yang mana dapat saya terangkan, hingga saat ini anak kandung saya belum diketahui keberadaannya. Maka dengan ini saya membuat laporan pengaduan kepada Kapolres Kampar tentang kejadian tersebut terhadap pelaku, agar dapat dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kita pada saat sekarang ini,” ujar Kiyau. Senin, (13/09/21) kepada wartawan.

 

Sementara itu, Gazalba Putra, S.H. selaku Kuasa Hukum Kiyau juga merasa kecewa, karena tindak pidana yang diduga dilakukan J sudah dipanggil oleh pihak penyidik Unit PPA SAT Reskrim Polres Kampar pada 26 Agustus 2021.

“Jadi sekarang kita sudah menghadirkan 4 orang saksi yang juga mengarah kepada terduga. Namun sampai hari ini kita baru menerima surat SP2HP, yang kedua dalam poin – poin itu kita sangat kecewa. Karena di salah satu poinnya yang berbunyi, hambatan dalam perkara ini. Sampai saat ini korban belum diketahui keberadaannya. Jadi artinya, yang menjadi tanda tanya bagi kami, walaupun kami tidak diberitahukan pada saat penyidikan itu, bagaimana dengan status atau keterangan dari J. Karena saksi – saksi sudah menguatkan. Artinya disini SP2HP tidak ada kemajuan, karena sekarang pihak penyidik fokus hanya kepada korban. Bukan kepada terduga, jadi saya rasa kami dari pihak yang mewakili keluarga sangat kecewa,” terangnya.

 

“Karena terhitung dari tanggal pengaduan, yaitu 23 Juni 2021 sampai hari ini tanggal 13 September 2021 itu sudah sangat jauh jaraknya itu selama 84 hari, dan yang dapat kami tegaskan disini, yang hilang adalah seorang anak yang memiliki orang tua dan keluarga, bukan sebuah benda yang bisa ditiadakan. Kami minta sinerigitas dari pihak kepolisian, dan juga insya allah kami dari kuasa hukum akan bersinergi dengan keluarga, hambatan sampai saat ini korban belum diketahui keberadaannya. Artinya pihak kepolisian menantang kami ikut turun untuk mencari si korban,” ungkap Gazalba Putra SH.

 

Lebih lanjut ditambahkan Gazalba, “jadi saya rasa itu dulu. Untuk selanjutnya kita tunggu apa tindakan pihak kepolisian sebagai amanat yang diberikan oleh masyarakat, karena pihak kepolisian ini juga memberikan pelayanan. Bukan hanya sekedar menerima laporan, tapi tetap harus bersinergi dengan pelapor. Saya mewakili Ketua dari Tim Kuasa Hukum Bankum Pawin Bangkinang, ibu Sri yang kebetulan saat ini tidak dapat hadir. Jadi saya mengucapkan terima kasih kepada media yang telah bersinergi dengan kami, Perkumpulan Advokat Wanita Indonesia yang kebetulan di Bangkinang ini ibu Sri sebagai ketua Tim nya. Kita berharap FIW ini bisa kembali, dan kami minta kepada masyarakat yang mengetahui atau melihat nantinya dapat membantu kami memberitahu baik kepada kepolisian terdekat ataupun pihak keluarga maupun kuasa hukumnya,” tutup Gazalba Putra.

 

Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP. Bery Juana Putra, S.I.K, ketika dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan Whatsapp menyampaikan, bahwa sudah digelar kemarin.

“Sementara ada beberapa saksi yang mau diperiksa lagi dan sedang dilidik untuk keberadaan korban,” ujarnya. Minggu, (12/09/21).

 

Editor : R. Tambunan.

Sumber : medianasional.id