KPM BPNT Pesisir Barat Pertanyakan Kenapa 110 Cuma Menerima 87

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program pemerintah yang tujuannya untuk membantu masyarakat miskin tanpa pengecualian.

Namun pada realitanya BPNT yang saat ini sudah berlangsung banyak menimbulkan pertanyaan dimasyarakat kecil, kenapa uang sebesar Rp. 110.000,- (Seratus Sepuluh Ribu Rupiah) cuma ditukar dengan beras 8 (Delapan) kilo gram dan 7 (Tujuh) butir telor.
Pernyataan demikian disampaikan “D” salah satu KPM di Kabupaten Pesisir Barat kepada team tirasnusantara.com (1/10), “Sebenarnya dari awal kami dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah bertanda tanya kenapa uang sebesar Rp. 110.000,- (Seratus Sepuluh Ribu Rupiah) cuma ditukar dengan beras 8 (Delapan) kilo gram dan 7 (Tujuh) butir telor, “Keluhnya.
“Tetapi jujur keluhan itu hanya kami pendam dalam hati, kami tidak berani untuk menyampaikannya, maklum masyarakat kecil takut kalo akan menyampaikan sesuatu apa lagi dengan pemerintah, tapi kalo ada yang bisa membantu menyambungkan aspirasi kami, pasti kami bersyukur, kan lumayan umpamanya uang itu ada sisa Rp. 20.000,- ( Dua Puluh Ribu) sangat cukup buat jajan anak, “Harapnya.
Haria Novita selaku Koordinator Teknik (Kortek) BPNT Kabupaten Pesisir Barat saat ditemui dikantornya, menjelaskan bahwa terkait hal itu kenapa bisa sampai terjadi 87 tidak memahami kenapa bisa seperti itu.
“Waduh pak kalo soal kenapa KPM cuma mendapatkan beras 8 (Delapan) kilo gram dan 7 (Tujuh) butir telur dari uang sebesar Rp. 110.000,- (Seratus Sepuluh Ribu) itu, saya selaku Kortek tidak tau soal itu. “Jelasnya.
Ditanya siapa saja suplayer BPNT yang masuk di Kabupaten Pesisir Barat, Ria panggilan Haria Novita mengatakan, “Setahu saya suplayer itu bernama RATU BAROKAH itulah yang menyiapkan beras dan telornya.
“Kita di Pesisir Barat ini terdapat 40 buah E-Warong, disitulah lebih kurang sebanyak 10.252 dari 11.687 KPM yang ada saat ini menggesekkan kartunya, namun detailnya kenapa KPM cuma mendapatkan 87 itu, secara tekhnis soal itu pihak Ratu Barokah dan bapak Kadis yang tau, saya selaku Kortek tidak sejauh itu, “Ujarnya.
 
Nurjaman selaku penggerak Forum Bhayangkara Lampung mengatakan, “Persoalan BPNT ini merupakan persoalan serius yang mesti disikapi, ini menyangkut hak masyarakat miskin, kita tau di Pesisir Barat ini lebih belasan ribu masyarakat tidak mampu yang butuh akan bantuan.
 
“Masa tega pihak Ratu Barokah memakan hak rakyat miskin, beras di Pesisir Barat ini kwalitasnya cukup bagus tidak kalah dengan beras diluar Pesibar, dan tidak sampai belasan ribu harganya perkilo, jadi jangan ada pembodohan masyarakat soal ini, kami yakin Kepala Dinas Sosial bisa menyelesaikan persoalan ini.
 
“Kalo Kepala Dinas Sosial tidak respon dan seolah – olah tidak tau, maka kita patut mencurigai ada apa dengan persoalan ini, kami akan tetap berada bersama masyarakat miskin, “Tegasnya.
 
Saat disambangi dikantornya, H. Marzuki Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Barat tidak berada ditempat, bapak Kadis masih ada kegiatan diluar ucap beberapa staf nya, sehingga sampai berita ini kami terbitkan kami belum berhasil mendapatkan tanggapan terkait persoalan KPM BPNT ini. (Roso/Pram/Fendi/team).