Komunitas Odopus Lampung (KOL) Sosialiasikan Penyakit LUPUS

BANDAR LAMPUNG tirasnusantara.com – Komunitas Odapus/Orang dengan Lupus Lampung (KOL) yang aktif bergerak mensosialisasikan tentang bahaya penyakit Lupus atau SLE (Systemic Lupus Erythematosus) kepada masyarakat Lampung, berencana mengadakan seminar tentang penyakit ini, agar masyarakat semakin mengetahui gejala dan bagiamana cara perawatannya.

Lupus biasa juga disebut penyakit 1000 wajah ini atau SLE (Systemic Lupus Erythematosus) mempunyai Gejala Awal (namun tidak selalu) yang biasanya diawali dengan penyakit radang yang disebabkan ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri. Lupus dapat mempengaruhi sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru, bahkan meyebabkan kebutaan pada kedua mata

Secara Nasional, lebih dari 150 ribu kasus per tahun pasien penderita Lupus. Untuk di Lampung sendiri, kasus meninggal dunia usia muda 3 sd 5 orang setiap bulannya, menurut data yang di KOL (Komonitas Odopus Lampung)
Ketua Komunitas Odapus Lampung (KOL) Merli Susanti, S.Kom, agar penyakit Lupus semakin tersosialiasi ke masyarakat, KOL berencana mengadakan agenda Seminar & Talkshow Deteksi Dini “Lupus” di Graha Bintang RS.Pertamina Bintang Amin, Bandarlampung, Sabtu pagi, 31 Agustus 2019 mendatang.

Agenda Seminar ini pun mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari “KADIN Lampung Peduli”.
“Kita siap membentuk kepanitian bersama “KADIN Lampung Peduli” demi suksesnya agenda sosialisasi Lupus,” ujar Ketua Komunitas Odopus Lampung (KOL) Merli Susanti, S.Kom.

Penyakit Lupus tidak dapat disembuhkan, namun dengan perawatan yang tepat, pasien penderita Lupus dapat bertahan selama bertahun tahun atau bahkan seumur hidup.

Meskipun lupus belum ada obatnya, penanganan berfokus pada peningkatan kualitas hidup dengan mengendalikan gejala dan meminimalkan kekambuhan, dimulai dengan mengubah gaya hidup, termasuk pola makan dan perlindungan terhadap matahari. Manajemen penyakit lebih lanjut berupa obat-obatan, seperti antiinflamasi dan steroid.

Asri Pujiati, aktivis KOL juga mengungkapkan, dirinya antusias mengkampanyekan bahaya Lupus, mengingat pengalaman pribadinya sebagai ibu yang harus kehilangan buah hati anak tercintanya Vina Fajri Putri Azhari (17 th) dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, pada 25 April 2019, setelah 2,5 bulan menderita sakit Lupus, walaupun mendapat pengobatan terbaik di RS Kramat 128 Jakarta.

Dengan Seminar Lupus itu nantinya, Asri mengharapkan masyarakat maupun pihak pemerintah daerah khususnya agar memberikan perhatian serius tentang bahaya Lupus, mengingat di Provinsi Lampung hingga saat ini belum ada satu pun dokter spesialis Lupus.

Rencananya, pada acara seminar penyakit Lupus yang akan dilaksanakan mendatang, KOL yang didukung oleh “KADIN Lampung Peduli” akan menghadirkan Pakar Lupus atau Bapak Lupus yaitu Prof. dr. Zubairi Djoerban Sp. PD. KHOM, yang akan memaparkan secara detail tentang Penyakit Lupus. Seminar juga akan di hadiri oleh Ketua Lupus Indonesia, Ibu Tiara Savitri S. Pd. (BE/Roso)

-Dapit S-