Komite SMPN 2 Jati Agung Merasa Resah Oleh Sikap Oknum Wartawan Yang Main Bentak dan Arogan

Lampung Selatan Tirasnusantara.com ,- Sukirno Ketua Komite SMP 2 Jati Agung sesalkan sikap oknum wartawan salah satu media cetak BKR yang berinisial Fir yang main bentak marah-marah ketika berkunjung ke kediaman nya di Desa Margomulyo.

Tidak hanya membentak, tetapi mengacung – acungkan tangan dan telunjuknya dan mengancam sambil berkata “bapak komite ini sudah bekerjasama dengan kepala sekolah. Awas ya saya akan laporkan sekalian” Ucap Sukirno menirukan ucapan Fir.

Fir yang datang ke kediaman Sukirno bersama tiga rekan nya yang lain pada hari kamis (10-09-2020) ingin meminta keterangan terkait tugas Sukirno selaku ketua komite di SMP 2 Jati Agung.

Menurut Sukirno setelah Fir minta keterangan bersama tiga rekan nya yang lain dan mungkin keterangan yang disampaikan tidak memuaskan Fir dan rekannya, akhirnya membuat Fir Emosi dan mengeluarkan kata- kata keras serta ancaman.

“Saya sangat menyesalkan sikap saudara Fir yang datang ke kediaman saya ditemani tiga rekannya pada saat ingin meminta keterangan dan hak Jawab saya selaku komite di SMP 2 Jati Agung. Padahal saya sudah terima dengan baik dan saya jawab apa yang menjadi pertanyaan mereka, tapi kok tiba – tiba Saudara Fir dengan wajah memerah membentak dan menunjuk – nunjuk saya sambil mengeluarkan kata- kata ancaman ingin melaporkan saya karna dituduh sudah bekerjasama dengan kepala sekolah” jelas Sukirno.

Menyikapi hal tersebut menurut Sukirno dirinya akan berkoordinasi dengan kepala sekolah, kepala Desa serta pihak kepolisian setempat agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Yang jelas saya akan bercerita dengan kepala sekolah, sebagai warga desa Margomulyo tentunya saya akan bercerita dengan kepala Desa dan saya akan berkordinasi dengan polsek setempat agar peristiwa serupa tidak terulang lagi” tambah Sukirno.

Menyikapi hal tersebut Edi Samsuri S.SiL SH sekretaris Forum Pers Independent Indonesia menyesalkan sikap salah satu rekan Jurnalis yang terkesan arogan dan tidak dapat menahan emosi.
Menurutnya sebagai wartawan atau jurmalis dalam menjalankan tugas harus sesuai Kode Etik Jurnalis (KEJ ) dan Undang-undang no. 40 tahun 1999 ketika berkunjung meminta hak jawan atau tanggapan tidak perlu marah dan emosi, karna wartawan pada dasarnya hanya diperbolehlan bertanya untuk melengkapi informasi yang diterima, sehingga pada saat dinaikkan dalam sebuah pemberitaan menjadi sebuah berita yang berimbang. ( red ).