Komil dan Metal Donasikan 150 Mushaf Alquran ke Lapas Gunung Sugih

Gunung Sugih Lampung Tengah tirasnusantara  —  Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat para warga binaan di Lapas Gunung Sugih untuk belajar mengaji, Komunitas Mutiara Independen Lampung (Komil) dan Metal Lampung mendonasikan 150 mushaf Al-Qur’an dan Iqro serta buku tuntunan sholat ke Pondok Pesantren Al-Furqon milik lapas tersebut.

Mushaf Al-Qur’an ini diserahkan langsung oleh Korlap Komil Lampung Sutarti kepada,

Korlap Komil Lampung, Sutarti mengatakan, mushaf Al-Qur’an ini dikumpulkan dari para donatur yang tersebar dibeberapa daerah.

“Kita kumpulkan dari donatur dari berbagai daerah, jadi selain untuk di lapas Gunung Sugih ini, Al-qur’an juga kita bagikan kepada beberapa TPQ dan anak-anak yatim/duafa serta pasien dampingan Komil Lampung,” katanya.

Sutarti berharap, Al-qur’an yang mereka bawakan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga binaan yang sedang belajar mengaji di Ponpes Al-Furqon Lapas Gunung Sugih.

Sementara itu, Staff bidang pembinaan Lapas Gunung Sugih, Suryanto yang mewakili kepala lapas Syarpani, mengaku sangat mengapresiasi gerakan sosial yang dilakukan Komil Lampung ini.

“Temen-temen Komil ini sangat luar biasa, walaupun sibuk mendampingi banyak pasien, tapi masih mau mencarikan warga binaan disini Mushaf Al-Qur’an dan Iqro, sebagai sarana mereka belajar mengaji. Semoga lelahnya teman-teman relawan dibalas pahala berlimpah,” katanya.

Untuk diketahui, sampai saat ini jumlah santri aktif di Ponpes Al-Furqon Lapas Kelas II A Gunung Sugih adalah 150 orang, setiap hari mereka belajar mengaji dan mendengarkan ceramah keagamaan sebagai penyejuk rohani. (*)

Terjerat Kemiskinan, Keluarga Ini Terpaksa Tinggal Dibekas Kandang Sapi

TERUSAN NYUNYAI LAMPUNG TENGAH tirasnusantara —
Karena terjerat kemiskinan, seorang janda, Mistiana (38) asal Kampung Tanjung Anom Kecamatan Terusan Nyunyai Lampung Tengah terpaksa mengajak 4 orang anaknya tinggal di sebuah gubuk bekas kandang sapi.

Menurut Mistiana, tanah yang mereka tempati adalah pemberian orangtuanya, namun karena tidak memiliki biaya untuk membangun rumah mereka terpaksa memodifikasi kandang sapi ini jadi rumah tinggal.

Tim relawan Komil yang didampingi oleh Ketua TPPKK Kampung Tanjung Anom, Ibu Wasis pun memberikan bantuan berupa paket sembako, kasur lantai, bantal, alat tulis, mushaf Al-Qur’an dan uang tunai untuk modal usaha.

“Semoga apa yang kami berikan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk ibu Mistiana sekeluarga, mengingat usia 3 anaknya masih sangat kecil-kecil maka kami berharap bantuan modal usaha ini dapat membantu membangitkan perekonomian mereka,” kata salah seorang relawan Komil Lampung, Wulandari.

Selain mendapatkan bantuan dari Komil Lampung, Ibu Mistiana pun mendapatkan hadiah lebaran dari Ketua TPPKK Kampung Tanjung Anom, ibu Wasis.

“Kami juga sangat prihatin dengan kondisi keluarga ini, semoga saja kedepannya bisa ada solusi terbaik untuk mereka,” kata ibu Wasis.

Sementara itu Ibu Mistiana yang mendapatkan bantuan dari tim relawan ini hanya bisa mengucapkan terimakasih sambil menangis haru. Begitu juga dengan anak sulungnya, Alfian yang baru berusia 16 tahun.

“Terimakasih atas kepedulian bapak dan ibu semuanya kepada keluarga saya, saya tidak bisa membalasnya, semoga Allah memberikan pahala berlimpah untuk bapak ibu semuanya,” kata remaja yang terpaksa putus sekolah ini.

Berdasarkan pantauan dilokasi, bekas kandang sapi yang dijadikan tempat tinggal oleh keluarga ini berukuran sekitar 4×3 meter. Keluarga ini tidur ditanah beralaskan tikar. Sementara lubang-lubang besar menganga ada diatas kepala mereka sehingga apabila hujan maka air akan masuk kedalam. (Amin)