KI; Pencegahan Penyebaran Pandemi Covid-19 Dibutuhkan Perhatian Serius Dari Semua Pihak di Lampung

BANDAR LAMPUNG – TIRASNUSANTARA.COM, Komisi Informasi (KI) Lampung dalam pers rilis, Senin, (23/3/2020) Memperhatikan perkembangan pandemi covid-19 di Provinsi Lampung bahwa berdasarkan data terakhir BAPPEDA Provinsi Provinsi Lampung per 23 Maret 2020 di 15 Kabupaten/Kota terdapat 724 Orang Dalam Pemantauan (ODP) , 6 orang Dalam Pengawasan (PDP) dan 1 orang Positif Covid-19.

Maka dalam upaya mendukung pencegahan penyebaran pandemi covid-19 dibutuhkan perhatian serius dari semua pihak dalam rangka meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat dengan menyampaikan kepastian informasi pencegahan dan penyebaran pandemi covid-19 secara massif, cepat, akurat dan terpercaya dari lembaga resmi, Ungkap Ahmad Alwi Siregar sebagai Ketua.

Ahmad Alwi Siregar menambahkan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 wajib menyediakan, mensosialisasikan informasi pencegahan dan penyebaran covid-19. Informasi tersebut, secara pro aktif harus disampaikan oleh lembaga resmi secara massif, cepat, akurat dan terpercaya serta menjangkau masyarakat luas.

Ditengah situasi saat ini penyampaian terkait potensi wilayah sebaran pandemic covid-19 menjadi sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan upaya bagi masyarakat melakukan tindakan preventif terhadap pencegahan penyebaran covid-19.

Untuk itu diperlukan koordinasi yang baik dari struktur pemerintahan tertinggi sampai struktur pemerintahan terbawah dalam menyampaikan informasi resmi terkait pandemic covid-19. Sehingga dapat meredam kebingungan dan kepanikan masyarkat dalam merespon informasi yang beredar, ujarnya.

Komisi Informasi juga menghimbau kepada masyarakat untuk secara cerdas dan bertanggungjawab mengakses dan menyebarkan informasi terkait covid-19, masyarakat diharapkan berhati-hati menerima informasi dengan memverifikasi kebenaran informasi setiap informasi yang diterima. Mari bersama cegah penularan covid-19, tutupnya. (Wagiman)