Ketum PAI Kutuk Keras Tindakan Anarkis Oknum Mahasiswa Cianjur

JAKARTA tirasnusantara.com – Pemimpin bersih, pemimpin yang terbuka, dan pemimpin yang mementingkan permasalahan rakyat, itulah idola yang selalu diharapkan semua kalangan, mulai dari pedesaan sampai perkotaan.

Berkaitan dengan hal tersebut, seharusnya tidak ada lagi pemimpin yang arogan dan anti kritik, karena suara masyarakat arus bawah merupakan harapan besar yang mesti dipertimbangkan untuk kemajuan.

Namun hal demikian tidak saja tertumpu pada seorang pemimpin yang mesti mengayomi tanpa pilih kasih, masyarakatpun diharapkan berlaku santun dalam menyampaikan aspirasi agar tidak ada kesenjangan yang berakibat pertikaian.

Ini zaman terbuka, tapi bukan berarti bebas melakukan apa saja tanpa ada barometer sehingga menghalalkan segala tindakan meskipun merugikan.

Menyikapi akan hal itu Sultan Junaidi, S.SY., MH Ketua umum Perkumpulan Advocaten Indonesia (PAI) mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan pada demo mahasiswa di pendopo bupati Kabupaten Cianjur.

“Kita tau bahwa Cianjur merupakan kota beriman didalamnya penuh dengan santri, tentu harus menunjukan sikap sopan santun yang penuh kelembutan bukan kekerasan. “Paparnya

“Kami meminta pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus penyiraman bensin dan pembakaran terhadap salah satu personil kepolisian. Menindak pelaku penyiraman sesuai dengan hukum yang berlaku di republik indonesia ini.

“Ini negara hukum bukan rimba yang tidak punya norma, kami bukan tidak cinta mahasiswa, bukan tidak suka mendukung demo, tapi tidak demikian cara – cara intelek, banyak kreativitas untuk menyampaikan aspirasi tanpa harus anarkis, “Tutupnya. (Dian)