Kepsek SMAN 1 Sidomulyo Diduga Bantu Cairkan Dana Sertifikasi Tanpa Prosedural

LAMPUNG SELATAN tirasnusantara.com – Melaksanakan tugas dengan baik sudah menjadi keharusan bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
Dalam melaksanakan tugas itu, tentunya bukan hanya sekedar bertugas, tapi ada kewajiban yang mesti dilaksanakan untuk memperoleh hak yang seharusnya.
Namun hal itu beda dengan Edi Sasono, oknum guru matematika pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sidomulyo Lampung Selatan.
Menurut keterangan “AN” kepada team tirasnusantara.com (8/10), ada dugaan perbuatan melanggar hukum (PMH) yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Sidomulyo, pasalnya Edi Sasono seorang guru matematika tidak bisa lagi melaksanakan tugas rutinnya, akan tetapi dana sertifikasinya bisa cair.
“Iya pak Edi itu tidak bisa melaksanakan tugas rutinnya sebagai guru matematika dikarenakan dia sakit, akan tetapi kenapa dana sertifikasinya kok bisa keluar dan dicairkan, padahal syarat pencairan itu banyak tidak kalo ringan.
“Dugaan saya kepala sekolah ikut bermain dalam peristiwa ini, dari mana absensinya, sedangkan yang bersangkutan tidak bisa sekolah, kemudian harus 24 jam mengajar, jadi siapa yang menggantikannya sehingga dana itu bisa dicairkan, “Paparnya
Berkaitan dengan hal itu team tirasnusantara.com menyambangi SMAN 1 Sidomulyo (9/10) untuk melakukan konfirmasi, namun Kepala Sekolah dikatakan sedang DL tidak tau lokasi DL nya dimana, sehingga team ditemui oleh Susi Nurul Fitri selaku Humas.
Ibu Susi Nurul Fitri tatkala dipersoalkan terkait masalah kenapa dana sertifikasi atas nama Edi Sasono itu bisa dicairkan, padahal yang bersangkutan tidak bisa menjalankan tugas, lalu dijelaskan bahwa betul pak Edi sedang sakit.
“Iya pak Edi sedang sakit, beliau sudah tidak bisa melaksanakan tugas sebagaimana biasanya, namun soal dana sertifikasi semester kemaren bisa cair, karena kewajibanya termasuk jam mengajarnya digantikan oleh yang lain. “Jelasnya.
Ditanya apakah menggantikan jam mengajar untuk memenuhi 24 jam itu tidak menyalahi aturan, dan membuat data absensi yang bukan orang bersangkutan, lalu Susi mengatakan itu tidak masalah dan nyatanya dana itu bisa cair tanpa hambatan.
“Semua tidak masalah, mulai dari jam nya, absensinya, nyatanya semester kemaren sudah dicairkan, namun jika butuh keterangan yang lebih rinci dan akurat, tanya Kepala Sekolah sepertinya dia lebih tau, “Tutupnya. (Anto Rian/team)