Kepala Puskes Rawat Inap Bara Datu : Yang Melakukan Pembohongan publik Itu Siapa ?

Waykanan Tirasnusantara.com,-Pernyataan hanya 5 orang yang di rapid test di puskesmas rawat inap Baradatu kabupaten waykanan seperti yang diwartakan beberapa awak media dari organisasi IWO Waykanan itu tidak benar dan mengada-ada. Jawab dr Indah Hertati Kepala Puskesmas Rawat Inap Baradatu, Kabupaten Waykanan, Kamis, 25 Juni 2020.

“Jumlah orang yang di rapid test di puskesmas ini ada 76 orang sedangkan penggunaan rapid testnya ada 145 kali. Jumlah orang dan pemakaian bisa berbeda karena orang yang kita rapid test tersebut ada yang baru satu kali lalu orangnya pindah keluar daerah dan ada yang beberapa kali sesuai kebutuhan”. Papar dia.

“Mereka yang di rapid test ini berasal dari tracking pasien 4 Pasien OTG yang berasal dari Kecamatan Baradatu”. Tambah dokter indah sambil menunjukkan daftar nama dan alamat orang orang yang dirapid test di puskesmas Baradatu.

Ditempat yang sama, kepala Tata Usaha Puskesmas Baradatu Wahyuni Marini, SKM Menambahkan. “Kemarin (Rabu, 24 Juni 2020) memang ada 3 orang wartawan yang menemui saya dua diantaranya mengisi buku tamu Fito dan Narto. Mereka bertanya tentang APD dan Hazmat yang kami gunakan dan saya jawab apa adanya bahwa kami dapat APD dan Hazmat dari dinas. Mereka tidak bertanya tentang data pasien yang di rapid test sebab kalaupun saya ditanya pasti saya jawab tidak tau sebab saya tidak pegang datanya. Saya tidak pernah mengucapkan ada 5 orang yang di rapid test di sini”. Terang Wahyuni.

Kabag Administrasi Umum dan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Pagar Alam Yulius Sudarto, SKM. Mengatakan Rabu, 24 Juni 2020 kemarin sekitar pukul 14.00 ada empat awak media yang menemuinya.

“Ada 4 wartawan yang berjumpa dengan saya, 3 diantaranya saya kenal, Fito, mas Narto dan Dian. Pertama mereka bertanya tentang ruang isolasi barang barangnya dari mana ? Saya jawab semuanya dari gugus tugas. Lalu mereka bertanya tentang jumlah orang yang dirapid test saya jawab tidak tau sebab yang pegang data bukan saya tapi orang Lab (laboratorium) tapi orang labnya sudah tutup”. Terang Dia.

Ketika ditanya tentang dari mana awak media dapat angka 118 orang yang sudah di rapid test di RSUD ZAPA. Yulius menghubungi petugas laboratorium melalui handphone. Hasilnya per hari ini Kamis 25 Juni 2020. Pelaku perjalanan yang melakukan rapid test itu ada 133 orang sedangkan pemakaian yang berasal pasien dan keluarga pasien juga petugas yang kontak erat dengan pasien jumlahnya 43 pemakaian.

Untuk puskesmas kecamatan Gunung Labuhan menurut keterangan Kasubbag Tata Usaha Puskesmas Gunung Labuhan Zulkarnain, AMD AK jumlah orang yang dirapid di puskesmas Gunung Labuhan ada 16 orang. Mereka berasal dari tracking pasien OTG 3 warga Baradatu 11 orang dan 5 orangnya berasal dari pasien yang datang dengan gejala. (Afriyanti)