Kasus Pencemaran Nama Baik yang Menjerat Terdakwa Isan Wijaya, Jaksa Menuntut Terdakwa Empat Tahun Penjara

Medan – Sumatera Utara Tirasnusantara.com,- Ancama pidana jika melakukan tindakan mencemarkan nama baik seseorang adalah pidana penjara paling lama 4

(empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.

Diberitakan sebelumnya, Agus Arianto Samosir, SH merasa profesinya sebagai advokat dilecehkan dikarenakan ucapan terdakwa ‘Isan Wijaya’ di grup Telegram
United MIA Member For Justice.

“Saya minta dia (terdakwa) harus ditahan, biar ada efek jera. Agar orang tak sembarangan memberikan statement,” ucap Agus.

Agus Arianto Samosir yang menjadi korban pencemaran nama baik, menyebutkan bahwa dirinya kecewa dengan terdakwa Isan Wijaya yang telah mencemarkan nama
baiknya.

“Saya merasa dilecehkan karena nama baik saya dicemarkan bukan secara pribadi namun juga secara profesi,” tegasnya.

Berawal dari postingan terdakwa Isan Wijaya, “Di grup Telegram itu, dikirimnya somasi yang saya kirim kepadanya, dan dibilangnya saya memeras, pengacara
kaleng-kaleng,” jelas Agus.

“Banyak sekali pengacara kaleng2 yg suka memanfaatkan kesempatan seperti ini untuk memeras org” beber terdakwa di posting itu.

Ancaman pidana bagi orang yang melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE ini diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016 yang berbunyi: “Setiap Orang yang dengan
sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Hal ini terbukti dalam persidangan kasus pencemaran nama baik yang menjerat terdakwa Isan Wijaya, dengan Pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Terlihat dalam persidangan, terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik, Isan Wijaya mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Selasa (09/06/2020).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan terdakwa dinilai terbukti bersalah karena
mendistribuskan dokumen yang bermuatan penghinaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman selama empat tahun penjara. Sidang dilanjutkan dijadwalkan berlangsung dua pekan lagi agenda
pledoi,” kata majelis hakim diketuai T Oyong sambil mengetok palu. (red)