Kades terpilih desa mendah di duga ingkar janji kesepakatan tentang utang pilkades

OKU Timur.Tiras Nusantara.- Menindaklanjuti permasalahan utang untuk dana pilkades pada tanggal 8 januari tahun 2019 yang silam di desa mendah kecamatan jayapura kabupaten oku timur provinsi sumsel sampai saat ini tak kunjung selesai.

Di beritahukan sebelum ” pemerintah desa mendah pada tanggal 8 januari tahun 2019 yang silam mengadakan pilihan kepala desa(pilkades), dalam pilihan tersebut di ikuti dari empat calon kandidat kepala desa(kades) yaitu :

1.Rudi setiono.

2.prayitno

3.M.Hasan Rusdin

4.Rismalena

ke empat calon kades tersebut membuat kesepakatan bersama yang terlampir dalam berita acara surat perjanjian kesepakatan anggaran dana pemilihan pilkades di tanda tangani langsung oleh ketua panitia pilkades desa mendah M.Syaripudin Serta di ketahui sekretaris panitia pilkades , Fitrayansyah.S.Sp .

Dalam kesepakatan tersebut untuk mencukupi dana dalam pilihan kepala desa , dari. ke empat calon masing-masing memberikan pinjaman uang sebesar Rp 10.000.000 agar bisa terlaksana nya pilihan tersebut , di karena kan dana pilihan yang ada dari bantuan pemerintah kabupaten tidak mencukupi. Sementara pilihan kepala desa harus terlaksana tampa kendala apa pun.

Adapun perjanjian, bila salah satu di antara mereka ber empat calon terpilih menjadi kepala desa mendah , Dana pinjaman (utangan) tersebut akan di kembalikan kepada masing-masing calon kandidat kades yang kalah sebesar uang pinjaman Rp.10.000.000 yang sudah mereka sepakati dalam musyawarah bersama , Dana tersebut di kembalikan mengunakan anggaran APBDes desa mendah setelah Anggaran APBDes tahun 2019 di realisasikan..

Prayitno (Kandidat calon kades yang kalah) mengatakan pada wartawan (04/05/2020)” Ya benar” pada tahun 2019 pada tanggal 8 januari yang silam di desa mendah mengadakan pilkades (pilihan kepala desa) berhubung dana untuk pilihan tersebut kurang terpaksa untuk melangsung kan pilihan kepala desa agar bisa terlaksana , panitia pilkades desa mendah yang di ketuai M.syaripudin mengadakan musyawarah ” di hadiri Ke empat calon kades dan warga , dalam musyawarah tersebut kami ber empat memberikan pinjaman uang masing-masing sebesar Rp.10.000.000 hingga jumlah uang tersebut dari kami ber empat menjadi 40.000.000 di serah kan kepada ketua panitia.

Sesuai kesepakatan bersama yang tertera dalam surat perjanjian” apa bila di antara kami ber empat , salah satu terpilih menjadi kepala desa, uang pinjaman untuk dana pilihan tersebut akan di kembalikan melalui Dana APBDes desa mendah tahun 2019 , akan tetapi sampai saat ini ketua pilkades selaku penanggung jawab kegiatan tidak mengembalikan uang saya sebesar Rp.10.000.000 ” saya juga tidak tahu apa alasan nya , seakan ketua panitia pilkades tidak bertanggung jawab pinjaman uang tersebut yang terlampir dalan surat perjanjian bersama padahal surat tersebut di tanda tangani langsung oleh ketua panitia di atas materai dan masing-masing para calon ikut tanda tangan, jelas prayitno(calon kades yang kalah).

Saya atas nama pribadi merasa sangat keberatan sekali bila mana uang saya tak di kembalikan , karena sesuai dengan dasar perjanjian yang kami sepakati bersama-sama di atas surat perjanjian , uang tersebut di kembalikan setelah APBDes desa mendah di realisasikan, sekali lagi saya sangat berharap sekali uang sebesar Rp.10.000.000 yang di pinjam waktu itu kepada saya untuk dana pilkades desa mendah dapat di kembalikan secepat nya karena uang tersebut pada saat itu dapat saya pinjam juga dari orang lain, jelas prayitno

Sementara itu , Sugiyarto.SE.MM camat kecamatan jayapura kabupaten oku timur saat di komfirmasi tentang permasalahan ini, Sugiyarto mengatakan pada Tim saat di jumpai bersama calon kandidat yang kalah prayitno , nanti saya koordinasi dulu sama ketua pilkades dan kades terpilih nya , kata dia.

Sementara M.Syaripudin saat di kompirmasi Tim media di kediaman nya menbenar kan adanya utang untuk dana pilkades desa mendah tersebut , ya memang benar pada saat di adakan nya pilkades desa mendah , panitia pilkades mengadakan musyawarah di hadiri dari ke empat calon , ke empat calon sepakat mengadakan pinjaman uang yang masing-masing memberikan uang sebesar Rp.10.000.000 , uang tersebut di serah kan kepada panitia pilkades dengan kesepakatan bersama dan untuk pengembalian uang tersebut kepada calon yang kalah, akan di kembalikan dari dana APBDes desa mendah tahun 2019 bila setelah selesai di realisasikan, karena dalam mencukupi dana pilkades yang di bantu dari pemerintah daerah tidak mencukupi, jelas M.Syaripudin selaku panitia pilkades.

Di dalam surat perjanjian panitia pilkades tertera langsung dan saya sendiri bertanda tangan termasuk ke empat calon kades, namun sampai saat ini uang pinjaman tersebut belum saya kembalikan secara langsung dengan calon kades yang kalah, kata dia

saya juga pernah tanya kepada kades terpilih , kata kades uang tersebut sudah di bayar ke salah seorang calon , bila sudah benar-benar di bayar mengapa kedua calon yang lain masih mempermasalah kan uang tersebut,jawab nya pada wartawan

Di lain waktu Tim wartawan ingin menjumpai kades tepilih di kediaman nya untuk mempertanyakan permasalahan yang sebenar nya akan tetapi saat itu kepala desa terpilih tidak berada di tempat.

Sampai berita ini di turun kan , permasalahan utang untuk dana pilkades desa mendah terhadap calon yang kalah belum ada kejelasan nya dalam pengembalian uang tersebut, bahkan salah seorang Calon kades yang tidak terpilih(kalah) memberikan kekuasaan penuh kepada Tim wartawan untuk meminta tolong agar semua persoalan ini dapat terselesai kan , dan uang mereka bisa kembali (Tim)