Jalan Nasional Bandung Cianjur Sepanjang 20 Kilometer Kondisinya Sempit Sehingga Banyak Dikeluhkan

CIANJUR tirasnusantara.com – Kondisi Jalur Jalan Nasional yang menghubungkan Bandung- Cianjur Selatan Tepatnya dari mulai batas Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung dan Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan,jawa barat, Sepanjang Kurang lebih 20 Kilometer Kondisinya Masih Sempit dan Kecil sehingga banyak dikeluhkan oleh para penguna jalan, padahal jalur jalan tersebut akses utama warga masyarakat baik dari kabupaten Bandung menuju Cianjur selatan atau sebaliknya dari kabupaten Cianjur menuju Bandung. informasi yang diterima awak media sering terjadi kecelakaan dijalur jalan Nasional tersebut diakibatkan ruas jalan yang masih sempit dan tikungannya tajam tajam belum lagi tidak adanya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sehingga banyak para penguna jalan yang sering oper lot atau tekor.

Seperti Dikatakan Asep aspar Kepala Desa Balegede, Atas nama warga desa Balegede dan desa Sukabakti Tentunya sangat berharap sekali kepada pemerintah pusat untuk segera memperlebar jalur jalan Nasional yang masih kecil dan sempit yang melintasi dua desa diwilayah kecamatan Naringgul sepanjang kurang lebih ada 20 Kilometer.

“Sering terjadi kecelakaan dijalur tersebut ditambah belum adanya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), apalagi pengendara baik Roda dua dan empat yang baru pertama kali melewati jalur lintas Bandung menuju Naringgul Cianjur selatan,” Katanya.

Asep Aspar menambahkan, harapan kami selaku Pemerintah Desa berharap mudah mudahan secepatnya jalan Nasional ini bisa segera diperlebar.

” Tentunya dengan akses jalan yang lebar serta bagus akan meningkatkan roda pertumbuhan ekonomi khususnya warga desa kami umumnya wilayah Cianjur selatan,” Harapnya.

Sementara Pihak Kementerian PUPR Melalui Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah VI DKI Jakarta dan jawa barat Dr. Ir. Hari Suko Setiono, Mengatakan, terkait pelebaran jalan Nasional Yang melintasi Desa Balegede dan Sukabakti, Kita Masih harus menyiapkan lahan dan tentunya ini tanggung jawab pemerintah pusat nanti kita kordinasikan dulu.

” belum bisa menjawab kapan pastinya pelebaran, karena perlu kesiapan lahan dulu baru diusulkan programnya dan itupun tergantung kondisi keuangan negara dan prioritas,” Ujar Hari Suko saat dihubungi via telpon watsahp Kamis lalu.

Hari Suko Menambhakan, Terkait lahan tanah warga yang sudah dibayar sepanjang jalur Naringgul Hinga Cidaun,kita belum dapat info detailnya.

” Nanti kita akan kordinasikan dulu dengan dinas terkait yang dulu membebaskan lahannya,” Pungkasnya. (Hendra)