Hermawati; Kepsek M. Nairi Fitnah dan Cemarkan Nama Baik Saya

NGARAS tirasnusantara.com – Statement M. Nairi selaku Kepala Sekolah SMPN.7 Krui yang mengatakan bahwa dirinya tidak banyak mengetahui dalam segala urusan disekolah, terlebih menyangkut bidang kesiswaan, dalam setiap mengambil kebijakan saya tidak pernah dilibatkan.
Termasuk dalam penanganan kejadian beberapa minggu yang lalu, ada diduga siswa terlibat kasus pencurian di Sekolah, semua keputusan diambil alih oleh ibuk HERMA WATI, S.Pd sebagai guru BK. “Tegas M.NAIRI kepada team tirasnusantara.com (3/3).
Hal demikian mendapatkan sanggahan dari HERMA WATI, S.Pd selaku guru BK SMPN.7 Krui, kejadian itu bermula pada tanggal 22/2 lalu, ada anak diduga melakukan tindak pencurian di sekolah.
“Iya bang kejadian yang menimpa anak didik kami itu bermula pada tanggal 22/2 lalu, ada anak diduga melakukan tindak pencurian di sekolah. Lalu orang tuanya dipanggilan untuk menghadap, saat itu kepala sekolah merintahkan saya dan ditemani oleh tiga orang guru yang lainnya.
Pada pertemuan itu saya diberi amanah untuk menyampaikan kepada orang tua bahwa anak – anak itu diduga telah melakukan tindak pencurian, dan dinyatakan tidak boleh melanjutkan lagi belajar di SMPN.7 Krui, serta wajib membayar denda.
Kemudian pada pertemuan selanjutnya, selain saya, ada juga orang tua, hadir pula ketua komite bapak IBNU RUSIT, serta kepala sekolah bapak M.NAIRI.
Dalam pertemuan itu orang tua diwajibkan membayar uang sebesar RP. 5.700.000,-  (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah) sebagai denda karena anak – anak itu divonis bersalah dengan tuduhan telah melakukan pencurian.
Sebagai bawahan saya tidak berani untuk melakukan semua hal tersebut tanpa perintah langsung dari atasan dalam hal ini kepala sekolah, kalau ada statement yang mengatakan bahwa Kepsek tidak tahu menahu semua urusan dan keputusan, itu merupakan fitnah dan mencemarkan nama baik saya.
Konsekuwensinya kalau memang saya dibilang begitu, maka saya dan keluarga tidak terima, ini sama saja saya difutnah dan dicemarkan artinya secara moril maupun materil saya merasa sangat dirugikan.
Kenapa saya katakan begitu, karena selaku Kepsek bapak M. Nairi tegas menyampaikan hal seperti itu, seolah – olah pemberhentian kedua siswa didik kami dimaksud, serta penentuan uang denda adalah kehendak saya secara pribadi.
“Maka saya meminta kepada bapak M. Nairi untuk melakukan klarifikasi secara bersama – sama dihadapan orang tua, komite, dewan guru, termasuk media, dalam hal ini ada tirasnusantara.com.
Sehingga masalah nama baik saya yang sudah disudutkan oleh Kepsek dapat pulih kembali, baik itu saya sebagai tenaga didik

dilingkungan sekolah maupun keluarga dan masyarakat. “Tegasnya. (Roso/Mus/Edo/team)