Hambali; Rapat Putuskan  Kesepakatan Rp. 1 Juta Sudah Restu Ketua Komite

PESISIR BARAT tirasnusantara.com – SMPN 10 Krui, Kab. Pesisir Barat belakangan ini menjadi sorotan dikalangan wali murid dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Pasalnya, beberapa Wali murid merasa keberatan dengan biaya yang dibebankan untuk membeli baju seragam sekolah berkisar Rp. 925.000 – Rp. 1.000.000.

Keberatan wali murid tersebut disebabkan harga yang ditetapkan oleh Penjahit yang dihadirkan oleh Kepala Sekolah, Hambali, terlalu mahal dengan harga pasaran.

” Masa sih 4 stel seragam, baju putih-biru, olahraga, pramuka, dan batik harganya segitu?” ujar “Y” salah satuvwali murid kepada awak media, Sabtu (11/09/2021).

” Kita mau menolak atau protes merasa tidak enak karena kita takut nanti bisa mempengaruhi nilai anak kita,” ujar wali murid yang lain saat ditanya awak media kenapa tidak protes.

Menindaklanjuti informasi yang diberikan wali murid tersebut, awak media mencoba meminta konfirmasi kepada Hambali.

Didatangi di kediamannya setelah konfirmasi melalui sambungan seluler tidak direspon, Hambali mengakui bahwa untuk seragam dibebankan kepada orangtua murid (wali murid -red).

Hambali menjelaskan, sekolah tidak mewajibkan wali murid buat seragam di sekolah, tetapi sekolah hanya menghadirkan tukang jahit.

” Saya sudah tekankan kepada orang tua murid bahwa ini tidak wajib, rapat dihadiri oleh semua wali murid, kalau pun ada yqng mau buat sendiri atau pun mau pakai kepunyaan kakaknya dipersilahkan,” tutur Hambali, Sabtu (25/09/2021).

” Lanjutnya, waktu itu Ketua Komite masih ada dan kesepakatan itu dilangsungkan,” ungkapnya saat disinggung bahwa Ketua Komite di SMPN 10 Krui dalam beberapa tahun ini tidak ada (kosong).

Namun, saat awak media menanyakan inisiatif Kepala Sekolah menunjuk langsung dengan menghadirkan tukang jahit, Hambali tidak memberikan jawaban yang jelas.

Begitu juga nama dan alamat tukang jahit yang dihadirkan Hambali saat rapat wali murid, awak media tidak mendapatkannya.

Adapun rincian yang disampaikan Hambali terkait baju seragam tersebut yaitu, biaya Rp. 1.000.000 untuk 4 stel seragam ditambah aksesori seperti, topi, dasi, bed, tali pinggang, sampul raport.

Namun bila tidak diberikan aksesoris, biaya untuk Siswa/i sebesar Rp. 925.000.

Informasi yang didapat, salah satu LSM yang menindaklanjuti aduan wali murid ini telah melakukan perbandingan harga dengan beberapa penjahit yang biasa mengadakan seragam sekolah.

Dinilai adanya dugaan tindak pidana korupsi, penyalahgunaan wewenang dengan menghadirkan/menunjuk secara langsung penjahit baju seragam, LSM tersebut berencana akan melaporkan secara resmi ke Aparat Penegak Hukum (APH) pada hari Senin (27/09/2021). (Yahman/Edo/team)