Gunung Anak Krakatau Erupsi, Bau Belerang Menyengat Warga Desa Kunjir Mengungsi

Lampung Selatan Tirasnusantara.com,-Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali terjadi, dikawatirkan akan terjadi kembali tsunami di tahun 2018, warga Desa Kunjir mengungsi ke Huntara dan kedataran yang lebih tinggi.

Terjadi dua kali erupsi, erupsi Gunung Anak Krakatau pertama yang terjadi pada tanggal 10 April 2020 pukul 21.58 wib dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 m di atas puncak (kurang lebih 357 m di atas permukaan laut), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah selatan, erupsi ini terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 12 detik dan erupsi kedua terjadi pada pukul 22:35 wib dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 m (kurang lebih 657 m di atas permukaan laut) dengan durasi kurang lebih 38 menit 4 detik. Sumber data : KESDM, Badan Geologi, PVMG.

Dengan terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau, aroma belerang tercium dengan sangat menyengat di wilayah Kecamatan Rajabasa dan Kecamatan Kalianda.

Kepala Desa Kunjir Rio Imanda saat dihubungi melalui WhatsApp, membenarkan bahwa masyarakat Desa Kunjir telah mengungsi ke Huntara dan dataran tinggi.

“Betul warga sudah banyak yang mengungsi, tujuan tempat mengungsi yaitu ke Huntara dan ke dataran tinggi”. Ujar Rio Imanda melalui WhatsApp. (Didik)