Gawat! Diduga SPBU 14.284.135 ‘Nakal’, Prioritaskan Pengisian BBM Subsidi dengan Jerigen

Kampar, tirasnusantara.com – Sesuai aturan yang diberlakukan oleh Pertamina, bahwa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilarang untuk menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Termasuk Premium Bersubsidi kepada konsumen yang menggunakan jerigen.

 

Akan tetapi, beda halnya dengan SPBU 14.284.135 yang terletak di Jln.Lintas Suram – Kasikan, Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kab. Kampar, Provinsi Riau. di SPBU satu ini tampak begitu bebas melayani pengisian minyak jenis Premium bersubsidi dalam bentuk pembelian menggunakan jerigen. Di duga SPBU 14.284.135 ini ‘Nakal’, Prioritaskan Pengisian BBM Subsidi dengan Jerigen.

 

Biasanya, transaksi pembelian minyak dengan jerigen itu oleh konsumen atau masyarakat yang membeli berlangsung pada dini hari pukul 2. 30 Wib.

Parahnya lagi, konsumen yang membeli BBM jenis premium ini dengan menggunakan jerigen untuk dibawa ke mobil Pick Up, sebagai pengangkut jerigen – jerigen yang telah diisi minyak bersubsidi tersebut. Lalu Selebihnya menggunakan sepeda motor, dengan keranjang bambu.

 

Hasil pantauan dari tim awak media pada hari jumat dini hari (20/09/19), sekira pukul 02.30 Wib, puluhan mobil yang terlihat digunakan pembeli yang menggunakan jerigen ini adalah mobil Pick Up. Mobil Pick Up tersebut telah diparkirkan di belakang SPBU, lalu beberapa konsumen bergantian mengisi jerigen itu di Pula Pompa minyak jenis Premium berkali – kali, hingga selesai, lalu pergi.

 

Terkait pelanggaran itu, Ketua DPC Gabungan Wartawan Indonesia ( GWI) Kabupaten Kampar, Robinson Tambunan, meminta kepada PT. Pertamina dan instansi terkait, agar mengambil tindakan tegas terhadap pengelola SPBU yang masih melayani pembelian BBM bersubsidi tidak sesuai dengan peruntukannya. Ia meminta kepada PT. Pertamina dan instansi terkat, supaya menegur pengelola SPBU tersebut. Terkait pelanggaran yang telah dilakukannya, dan pemilik SPBU harus di beri teguran, bila perlu di jatuhi sanksi, atas pelanggaran yang dilakukannya.

 

Karena penyalahgunaan BBM bersubsidi ini melanggar Pasal 55 juncto, Pasal 56. Undang – undang nomor 22 tahun 2001, tentang Minyak dan Gas Bumi. dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun, dan denda maksimal Rp 60 Milyar. Sebab SPBU ini telah terbukti melakukan tindakan penyalahgunaan BBM bersubsidi, maka harus dikenakan sanksi. Bila perlu hingga pencabutan izin usahannya,” pinta Robinson Tambunan.

 

Ditempat terpisah, Manager SPBU yang ada di Jln.Lintas Suram – Kasikan, Desa Sumber Sari, Jasmadi, saat di konfirmasi oleh awak media melalui telepon selulernya mengatakan secara bla – blakan, jadi perundingan kita begini. Bahwasanya kita memikirikan masa depan masyarakat yang jauh di dalam sana, mata pencariannya terganggu resahlahkan,” jelasnya. (R. Tambunan).